PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjawab tantangan Ketua Forum DAS Sumatera Utara, yang juga kepala Bappeda Sumut terkait bisakah aliran Sungai di Sumatera ini bisa kembali jernih, Forum Daerah Aliran Sungai atau Fordas Belawan menggelar Temu Lapang Kelompok Swadaya Masyarakat atau KSM Peduli Pelestarian DAS Belawan Sumatera Utara pada Kamis, 10 November 2022.

"Untuk menjawab tantangan itu maka diadakan pertemuan dan diskusi ini yang melibatkan KSM dan penggiat lingkungan untuk pendektesian masalah-masalah yang menjadi penyebabnya," kata Pembina Forum Daerah Aliran Sungai atau Fordas Belawan sekaligus Ketua Fordas Wampu, Prof H Abdul Rauf dalam rilisnya kepada Borneonews pada Sabtu, 12 November 2022.

Hadir pula dalam kegiatan di Joglo Tani KSM Pondok Miri Asri, dsn XIII Desa Sei Semayang tersebut Ketua Fordas Belawan, Prof Rahmawati Kelompok-kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di wilayah Aliran Sungai Belawan, Pemerhati lingkungan, UPT Pertanian Sunggal, serta PPL dilingkungan UPT Pertanian Sunggal.

"Wilayah yang masuk dalam Forum DAS Belawan adalah dari hulu, sekitar 150 mata air di desa Suka Makmur, kecamatan Kutalimbaru, yang membentuk aliran sungai Belawan menuju kecamatan Pancur Batu, kecamatan Sunggal, kecamatan Medan Helvetia sampai ke Hamparan Perak dan ke Muara.

"Kegiatan Temu lapang Fordas Belawan bersama KSM dan pemerhati lingkungan, membahas dan membincangkan normalisasi Sungai Belawan, sebagai jawaban atas tantangan dari BPDAS SU dan menjadikan air yg mengalir bisa jernih kembali," tutur Prof Abdul Rauf.

Keruhnya air menurut Prof Abdul Rauf menandakan ada indikasi masalah baik di hulu, tengah maupun hilir. Dalam kesempatan ini Forum DAS menggali sumber-sumber masalah yg menyebabkan keruh dan kotornya air di aliran sungai Belawan. Melalui kegiatan inipun memunculkan masukan dari peserta diskusi.

Beberapa masalah yang diidentifikasi seperti di hulu, sudah banyak terjadi penebangan dan perambahan hutan. Di tengah, akibat prilaku masyarakat yan membuang sampah sembarangan, menimbulkan pencemaran air dan lingkungan. Banyaknya pembuangan sampah sembarangan akibat menjamurnya pembangunan perumahan-perumahan yg minim sekali sistem pengelolaan sampahnya dengan baik.

--page

Sebagian anggota meminta, perlunya legalitas keanggotaan sebagai anggota Forum DAS, sehingga di lapangan ada wewenang yang bisa dilakukan, baik tindakan maupun peneguran.

Sementara itu, Sekretaris Forum DAS Belawan, Isa Bangun menyimpulkan bahwa dari hasil bincang-bincang kala itu.

"Semoga membangkitkan semangat kita kembali yang selama ini agak vakum, untuk menjalankan program kita kembali dengan skala prioritas yang mendesak.

Permasalahan legalitas kita sebagai anggota Forum DAS akan segera dibuat," tuturnya lagi. (TESTI PRISCILLA/B-6)