BORNEONEWS, Palangka Raya - Para sopir yang tergabung dalam perkumpulan Go BLOCK turut serta mengenalkan kearifan lokal, khususnya Dayak Kalimantan Tengah. Mereka selalu mengenakan lawung.
Lawung merupakan penutup kepala biasanya dipakai diacara adat Dayak saja, namun bagi community driver Gocar di Kota Cantik Palangka Raya ini justru dipakai terus menerus saat mengantar penumpang.
Cara ini dilakukan agar Lawung semakin dikenal oleh orang luar. Hal ini sebagai bentuk komunitas Go BLOCK turut memajukan dunia pariwisata di wilayah Bumi Tambun Bungai, khususnya Kota Palangka Raya.
Tony Panaribuan, Ketua GO BLOCK menuturkan selain mengangkat budaya lokal, pemakaian lawung oleh anggota Gocar juga merupakan sebagai wujud untuk menghidupkan UMKM lokal.
"Kami mencoba membantu UMKM dengan memasarkan kerajinan khas Dayak dan terbukti ketika kami sedang mengantar penumpang ke Bandara banyak yang bertanya tentang lawung yang kami pakai dan belinya di mana, banyak sekali penumpang menanyai tentang lawung," begitu cerita pengalaman Tony Pangaribuan yang diaminkan oleh Sekretarisnya Dony Wenthe, Sabtu 12 November 2022.
Ke depannya pihaknya akan mencoba memakai batik khas Kalteng untuk setiap Senin guna memperkenalkan kearifan lokal.
"Kami driver gocar akan terus membantu pemerintah daerah secara mandiri memperkenalkan semuanya yang dipunya Kalteng dan untuk memberitahukan bahwa Gocar itu resmi dan masyarakat jangan khawatir dengan kami, karena kami driver terdaftar secara resmi, jadi tidak ada alasan bilang kami tidak resmi angkutan online," tandasnya. (ROKIM/B-6)









