BORNEONEWS, Tamiang Layang - Yeryana atau akrab dipanggil Yery warga Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, berinovasi membuat racikan kopi bubuk yang dicampur daun sirih merah (Piper ornatum) dan beberapa rempah-rempah atau empon-empon lainnya.
Borneonews pun berkesempatan mencicipi rasa kopi racikan Yerry tersebut saat dia menggelar produknya di Taman Nansarunai Tamiang Layang, Sabtu, 12 November 2022. Aroma rempah-rempah pada kopi racikan Yerry tidak terlalu tajam, dan yang paling menonjol adalah aroma kayu manis.
Wanita yang juga bekerja sebagai guru TK ini menjelaskan, bahan tambahan utama pada kopi racikannya adalah daun sirih merah yang berfungsi sebagai booster imun tubuh dan anti kanker.
"Kemudian saya tambahkan rempah-rempah lainnya yang merupakan resep warisan nenek yaitu jahe, kayu manis dan beberapa lagi saya rahasiakan. Jadi total ada 7 jenis rempah yang dicampur," ungkapnya.
Yery menggunakan 7 jenis rempah bukan suatu kebetulan, namun menurut dia angka 7 bermakna sempurna dalam tradisi pengobatan Dayak Maanyan.
--page
Sedangkan ide awal dia meracik kopi sirih merah berangkat dari keprihatinan karena beberapa temannya menderita kanker serviks dan kanker payudara.
"Dari diskusi-diskusi kemudian ada yang menyarankan pengobatan herbal dengan sirih merah, namun banyak yang gagal melanjutkan terapi karena rasa sirih merah yang sangat pahit," ungkapnya.
Akhirnya Yerry berpikir bagaimana agar sirih merah dapat dikonsumsi dengan lebih mudah oleh setiap keluarga, dari sanalah dia mendapatkan ide untuk memadukan dengan kopi yang juga pahit namun banyak orang yang suka mengkonsumsi kopi.
"Jadi dicampurkan dengan racikan kopi untuk memudahkan konsumsi dalam menjaga kesehatan," jelasnya.
Yery mulai meracik kopi pada tahun 2018, dan sejak pandemi covid-19 tahun 2019 dia makin serius menekuni usaha kopi sirih merah itu.
--page
Meracik kopi dengan berbagai bahan tambahan apalagi hingga 7 jenis campuran bukanlah hal yang mudah. Salah menentukan takaran bahan yang pas bisa jadi akan membuat kopi racikan yang dihasilkan menjadi beraroma seperti jamu atau obat herbal. Itu sebabnya Yery juga harus melalui beberapa kegagalan hingga menemukan takaran resep yang pas dan tetap enak dinikmati.
"Saya melakukan percobaan beberapa kali sampai menemukan rasa yang tepat tanpa meninggalkan rasa khas racikan kopi Dayak Maanyan yang diwariskan oleh nenek," jelasnya.
Kopi racikan tersebut kemudian dikemas oleh Yery dalam kemasan paper foil standing pouch ukuran 100 gram dan dijual seharga Rp20 per bungkus.
Dihimpun dari beberapa sumber, selain penyakit kanker, secara empiris diketahui sirih merah juga dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti diabetes militus, hepatitis, batu ginjal, kolesterol, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi serta memperhalus kulit dan mencegah stroke. (BOLE MALO/B-5)









