RITEL minimarket kian membanjiri Palangka Raya. Jarak antara satu minimarket dengan minimarket lainnya, berdekatan. Bahkan ada yang tak jauh dari kompleks pertokoan dan pasar tradisional.


Seperti di Jalan Rajawali, km 5,5, terdapat empat ritel minimarket yang sangat berdekatan. Keempat ritel itu adalah Food Mart, Azka Mart, Indomart, dan Alfamart.  Foodmart dan Azka Mart jaraknya hanya berselang lima ruko. Di seberangnya, berdiri Indomaret yang hanya berselang beberapa ruko dengan Alfamart.


Padahal, sekitar 300 meter dari keempat ritel tersebut berdiri Pasar Rajawali. Ini merupakan pasar yang dipenuhi lapak pedagang tradisional.


Namun, Kepala Bidang (Kabid) Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Kota Palangka Raya Indriati Rita Dewi tak mempersoalkan kondisi ini. Ia mengatakan pangsa pasar modern dan tradisional berbeda, sehingga tidak ada yang dirugikan.


“Walaupun menjamur, mereka kan punya segmen tersendiri antara pasar atau toko tradisional maupun toko modern seperti minimarket tersebut. Jadi jangan khawatir mengganggu dan khawatir akan mematikan usaha. Toh minimarket diwajibkan membeli hasil produksi UMKM,” tukas Indriati.


Indriati bahkan menyebut pertumbuhan ritel itu bagus bagi perkembangan daerah. “Di setiap gang di Jawa sana, bahkan tiap kelurahan ada usaha retail ini. Tidak apa-apa karena keuntungannya bisa menyerap tenaga kerja,” tandasnya.


Beberapa waktu lalu, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio juga mengungkapkan hal senada. “Selain segmennya berbeda, minimarket itu boleh didirikan tergantung berapa cakupan masyarkaat yang dilayani. Kalau ada 300 KK di sekitarnya, boleh saja berdiri satu minimarket untuk melayani kebutuhan mereka,” kata Mofit.


Saat ini sudah berdiri sebanyak 56 outlet ritel minimarket di Palangka Raya. Di antaranya, adalah Foodmart, Alfamart, dan Indomaret, yang merupakan jaringan ritel nasional. Selebihnya adalah ritel-ritel lokal. (RZ/B-10)