PENDERITA penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang ditangani rumah sakit umum daerah (RSUD) Muara Teweh, Barito Utara (Barut) terus bertambah. Data di rumah sakit itu, di 2016 ini sudah ada 27 kasus, satu di antaranya meninggal dunia.
Melihat kondisi itu Bupati Barut Nadalsyah mengintruksikan RSUD agar mengusulkan pengadaan peralatan penanganan pasien DBD.
Alasan Nadalsyah, karena saat ini, RSUD Muara Teweh belum bisa melakukan transfusi trombosit penderita DBD lantaran terkendala alat itu.Sehingga apabila ada pasien DBD yang trombositnya turun dari 50 ribu, maka terpaksa dirujuk ke rumah sakit luar daerah yakni Banjar Masin atau Palangka Raya.
“Dengan adanya kejadian seperti ini, saya intruksikan agar Direktur RSUD Muara Teweh mengusulkan alat-alat tersebut, sehingga apabila nantinya ada wabah DBD lagi, pasien-pasien tidak lagi dirujuk ke luar daerah,” kata Nadalsyah, usai melakukan peninjauan pasien-pasien yang dirawat inap di RSUD Muara Teweh, Sabtu (6/2/2016).
Peninjauan dilakukan di beberapa ruangan pelayanan, di antaranya ruang anak, kebidanan, dan VIP. Dalam peninjauan tersebut Nadalsyah didampingi Ketua DPRD Set Enus Y Mebas, Direktur RSUD Muara Teweh Drg Dwi Agus Setijowati, dan sejumlah kepala SKPD.
Nadalsyah mengatakan, berdasarkan peninjauan yang dilakukan sebagian pasien yang dirawat karena terkena penyakit DBD, sebagiannya sudah ada yang sembuh.
Menurut dia, pada peralihan musim seperti sekarang ini penyakit DBD yang disebabkan karena gigitan nyamuk banyak menyerang warga. Ini bukan hanya terjadi di Barut tapi juga terjadi di daerah lain, bahkan di daerah lain ada yang lebih parah.
Ia mengimbau masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungannya dengan membersihkan selokan dan tempat penampungan air, yang bisa menjadi tempat bagi nyamuk berkembang biak.
Direktur RSUD Muara Teweh, Drg Dwi Agus Setijowati mengatakan, sejumlah pasien DBD yang ditangani banyak masuk pada bulan Januari lalu. Sekarang yang ditangani ada 7 pasien, yakni 6 di ruang anak dan satu pasien di ruang sall.
“Untuk sepanjang tahun 2016 ini dari Januari sampai dengan Minggu pertama Bulan Pebuari 2016 jumlah pasien DBD yang dirawat di RSUD Muara Teweh mencapai lebih dari 20%,” ujarnya. (DN/B-5)


