KASONGAN (Borneo): Ruas jalan menuju Desa Talingke Kecamatan Tasik Payawansepanjang kurang lebih satu kilometer masih tergenang banjir.
Masyarakat Desa Talingke
 bisa dibilang terisolasi.  Mereka yang hendak menuju Petak Bahandang atau Kereng Pangiterpaksa harus menggunakan jasa  getek  yang dimodifikasi  untuk melintasi ruas jalan yang putus itu.
"Sudah sejak akhir Desember 2015 lalu ruas jalan ini putus karena luapanair Sungai Katingan," sebut Zulkarnaen, salah seorang warga Desa TalingkeKecamatan Tasik Payawan, Selasa (9/2)
pagi.
Putusnya akses jalan menuju Desa Talingke ini semakin menambah penderitaanwarga setempat. Pasalnya, kata bapak tiga anak ini warga Talingke sejauh inikesulitam usaha. Ini karena harga rotan sebagai mata pencaharian warga desa itutak kunjung membaik, bahkan rotan di daerah itu terkesan tidak laku.
Selain itu harga karet juga anjlok. "Warga sebenarnya berharap daripenghasilan tangkapan ikan sungai, akan tetapi sejak sebulan ini sangat jarangmendapatkan tangkapan ikan itu," sebutnya.

Lengkaplah penderitaan warga Desa Talingke. (gp/*)