BORNEONEWS, Kasongan - Direktur Irigasi Rawa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir Suparji melakukan kunjungan kerja di wilayah Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan pada Sabtu, 13 November 2022.
Kedatangannya sekaligus mengecek kegiatan strategic irrigation modernization and urgen rehabilitation project atau SIMURP. Di momen itu, Suparji mengadakan pertemuan dengan para petani terkait pelaksanaan program SIMURP.
Sebelumnya, wilayah paling selatan di Kabupaten Katingan itu mendapat kucuran dana Rp 99 miliar untuk perbaikan jaringan irigasi yang bersumber dari loan World Bank. Berjalan hampir satu tahun, lagi-lagi dikucurkan pagu Rp 33 miliar sebagai tambahan pekerjaan.
"Kedatangan saya bersama rombongan bertujuan mendengar keluh kesah petani sehubungan program SIMURP yang masih berjalan," katanya sebagaimana siaran pers yang dikirim pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kepada borneonews.co.id, Senin, 14 November 2022.
Menurut Suparji, progres perehaban jaringan irigasi telah mencapai 65 persen. Diperkirakan tahun 2023 semua pekerjaan akan tuntas 100 persen.
--page
"Harapan kami program tersebut didukung masyarakat agar tuntas fungsi, tuntas konstruksi dan tuntas manfaat," harapnya.
Di sisi lain, dirinya meminta petani tidak boleh mengalih fungsikan lahan ke sektor lain. Hal ini sesuai peraturan Presiden tentang Lahan Pertanian Berkelanjutan, ada larangan untuk hal itu.
"Hasil penelitian, 100 hektar lahan pertanian beralih fungsi dalam satu tahun sebagai akibat pertambahan penduduk," bebernya.
Kondisi itu bukan suatu yang mustahil akan terjadi krisis pangan pada 2044. "Itu berdasarkan kajian ilmuwan dari Jepang," ulasnya.
Dirinya bersyukur, dalam proses tender beberapa waktu lalu, untuk paket pekerjaan irigasi rawa satu-satunya di Kalimantan Tengah itu berjalan lancar. Berbeda dengan daerah lain yang sudah tiga kali melakukan lelang tapi selalu gagal. Prosedur tender sudah diikuti dan hasilnya murni sesuai aturan tanpa intervensi.
Diapun menegaskan, akan terus mendorong petani melakukan perluasan lahan. Sebab berdasarkan data, dari 9.000 hektar lahan tersedia hanya 3.000 yang dikelola.
--page
"Kita akan terus berupaya mendorong masyarakat menambah luasan lahan pertanian melalui berbagi program yang dilaksanakan," imbuhnya.
Kepala Desa Jaya Makmur, Kecamatan Katingan Kuala, Akmad Wahyudi mengusulkan adanya rehabilitasi cetak sawah yang saat ini dalam keadaan terbengkalai. Padahal, beberapa tahun sebelumnya proses cetak sawah usai dikerjakan, tapi tanpa ada jaringan irigasi.
"Saat ini jaringan irigasi masih dikerjakan. Harapan kami dibarengi perehaban cetak sawah sehingga berfungsi maksimal," jelasnya.
Kepala Desa Makmur Utama, Kecamatan Katingan Kuala, Imam Syafi'i mengeluhkan jaringan tersier yang tidak masuk dalam perehaban tahun ini. Padahal, fungsi saluran itu sangatlah vital, salah satunya melarutkan dan menetralkan pupuk berbahan kimia menuju saluran induk.
Menanggapi itu, Suparji akan mencoba mengusulkan kegiatan itu melalui adendum penambahan 10 persen dari kontrak. Dia meminta sepervisi melakukan hitungan kembali dengan adanya tambahan pekerjaan itu.
"Keluhan masyarakat akan kita cari solusinya. Bahkan bila memungkinkan langsung ditangani," tambah Suparji.(ABDUL GOFUR/B-7)









