BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Drg Andjar Hari Purnomo menyebutkan pasien terkena penyakit Tuberkulosis (TBC) tahun ini mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya.
“Sampai November 2022, pasien TBC yang ditemukan dan diobati sebanyak 502 orang, artinya mengalami peningkatan, karena tahun 2021 hanya 421 sampai akhir tahun,” katanya, Selasa, 15 November 2022.
Pasien yang pernah kena TBC, kata Andjar didominasi oleh usia dewasa. Akan tetapi untuk penyakit TBC, jika semakin banyak yang ditemukan semakin baik karena akan semakin banyak yang diobati.
Gejala TBC sendiri di antaranya yakni manusia mengalami batuk yang berlangsung lama sekitar 3 minggu atau lebih. Batuk tersebut disertai dengan dahak atau batuk darah.
“Kemudian nyeri dada saat bernapas atau batuk, berkeringat di malam hari, hilang nafsu makan, penurunan berat badan, demam dan menggigil dan kelelahan,” bebernya.
--page
Upaya pencegahan TBC, yakni dengan vaksinasi BCG, tutupi mulut saat bersin, batuk, dan tertawa. Jika dengan menggunakan tisu untuk menutup mulut, maka buang tisu segera setelah digunakan.
Selain itu, jangan membuang dahak atau meludah sembarangan dan pastikan rumah memiliki sirkulasi udara yang baik dan sering membuka pintu atau jendela.
“Jangan tidur sekamar dengan orang yang lagi sakit sampai dokter menyatakan TBC yang diderita telah sampai pada tahap tidak menular,” pungkasnya. (HENDRI/B-7)









