BORNEONEWS, Sampit - Setelah 2 tahun ditiadakan karena pandemi covid-19, saat ini, Jambore PKK di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali digelar dengan berbagai lomba hingga seminar edukasi. Kegiatan dilaksanakan selama 3 hari di Gedung Serbaguna Sampit, dimulai sejak Selasa, 15 November 2022.
"Jambore kader PKK merupakan suatu wadah untuk berkumpul, bersilaturahmi dan bertukar pengalaman, menambah wawasan pengetahuan di antara para kader PKK serta pemberian penghargaan yang dapat memotivasi kader untuk meningkatkan kinerja kader PKK dalam menjalankan 10 program pokok PKK," kata Ketua TP PKK Kabupaten Kotim, Khairiah Halikinnor.
Kegiatan itu diikuti 221 kader PPK perwakilan dari setiap kecamatan. Khairiah menyebutkan, tujuan khusus dari Jombore ini yakni meningkatkan refreshing ilmu, wawasan dan pengetahuan kader melalui seminar kesehatan “Parenting”.
Selain itu, meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan kader melalui lomba-lomba program pokok PKK serta memberikan kesempatan kepada para kader untuk berbagi pengalaman dalam pelaksanaan 10 program pokok PKK.
"kegiatan yang dilaksanakan bukan hanya menjadi ajang persaingan namun menjadi tolak ukur kemampuan para kader dalam hal menciptakan inovasi dan kreativitas, sehingga kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat terlaksana dengan baik," tegasnya.
--page
Adapun lomba yang dilaksanakan yaitu berupa lomba yang berkaitan dengan 10 program pokok PKK. Yakni lomba tertib administrasi PKK kecamatan, lomba penyuluhan pola asuh anak di era digital, lomba penyuluhan mengembangkan UP2K untuk meningkatkan ekonomi keluarga, lomba penyuluhan gerakan dasawisma dalam amalkan dan kukuhkan (AKU) hatinya PKK. Kemudian, lomba penyuluhan cegah sunting menuju masyarakat Kotim yang sehat, mandiri dan sejahtera, lomba pidato penanganan pandemi covid-1919, penurunan angka sunting dan peningkatan ekonomi masyarakat, lomba fashion show, lomba senam dan terakhir lomba yel-yel PKK.
Selain itu, para kader juga akan mengikuti seminar tentang parenting, dengan diberikan materi untuk menambah ilmu, pengetahuan dan wawasan Kaader PKK tentang bagaimana pola pengasuhan anak yang trending dan relevan atau sasuai zamannya.
"Sebagai bekal bagi kader untuk lebih memahami tugas dan fungsi kader, dalam upaya secara bersama ikut berpartisipasi mendukung terlaksananya program pemerintah," pungkasnya. (NOOR ANNISA/B-7)









