LAPORAN: MUHAMMAD HAMIM (Sampit)
SEORANG ibu bersama empat anaknya yang masih kecil kebingungan ketika sampai di Kota Sampit. Mereka bingung ingin pulang ke kampung Kalimantan Barat, namun tidak memiliki uang lagi.
“Saya bingung setelah sampai di Sampit, karena tidak tahu menggunakan angkutan apa untuk pulang ke Kalbar, uangpun sudah habis buat biaya saya dan empat anak saya,” ujar Aisyah (34 tahun) saat berada di Mapolres Kotim, Selasa (9/2/2016).
Aisyah menceritakan dirinya sampai ke Kota Mentaya ini bermula ketika dirinya ditinggal sang suami pergi ke Irian untuk mencari kerja. Sedangkan ia dan empat anaknya tinggal di Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel) tempat lahir sang suami. Selama tiga bulan setelah sang suami pergi, hubungan dan kiriman uang masih lancar. Namun setelah bulan ketiga itu, telepon genggam sang suami sudah tidak dapat dihubungi lagi. bahkan uangpun tak pernah dikirim untuk kebutuhan keluarga.
Keadaan tersebut membuat Aisyah bingung, dan memutuskan untuk menjual motor sang suami yang ditinggal agar bisa pulang ke kampung halamnnya di Kalbar. “Mau ikut mertua, keadaan mertua juga pas-pasan, jadi saya jual saja motor suami saya seharga lima juta, untuk dipakai pulang ke Kalbar,” ucap Aisyah, sambil menggendong anak bungsunnya, saat di Mapolres Kotim sekitar pukul 12.30 WIB.
Namun diawal perjalannya, Aisyah yang sudah delapan tahun berada di Makasar sudah lupa jalan pulang ke Kalbar, dan ikut kapal laut dengan tujuan Banjarmasin.
Sesampainya di Banjarmasin, dia bertanya pada salah satu warga di sana dan mengatakan bahwa Kota Sampit lebih dekat dengan Kalbar. Mendengar perkataan itu, dia langsung menggunakan teravel untuk ke Kota Mentaya ini. Namun apa boleh buat, sesampainya di Kota Sampit dirinya kembali bingung, karena uang bekalnya sudah habis.
“Saat itu saya langsung bingung, dan bertemua seorang warga yang mengatar saya ke kelurahan. Sesampainya di keluarahan saya langsung diantar ke Kantor Pemerintah Daerah, sampai di sana saya kembali di antar ke Dinsosnakertrans,” kata Aisyah. Setelah sampai di Dinsosnakertrans barulah dirinya merasa sedikit tenang, karena ada titik terang bahwa dia akan diantar pulang ke Kalbar.
Sementara Kasi Jaminan Kesejahteraan Sosial Dinsosnakertrans Kotim Silvester Seles mengatakan, Ibu dan empat anaknya ini sementara dimintakan surat tebusan dari Mapolres, sebelum diantar ke Dinsosnakertarns Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Di Kobar itulah nantinya dia akan diantar ke Kalbar. “Aturannya sudah jelas, yakni kami antar dulu ke Kobar, baru di sana yang mengantar kembali ke daerah Kalbar, dan Dinsosnakertran Kalbar yang akan mengantar ke daerah asalnya,” ujar Silvester. (MH/B-7)


