HARI Pers Nasional (HPN) yang selama tiga dekade diperingati setiap 9 Februari, ternyata tidak sepenuhnya diterima oleh insan pers Indonesia.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Suwarjono, mengungkapkan ketidaksetujuan HPN ditetapkan berdasarkan tanggal berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Hal itu diungkapkan Suwarjono dalam akun Facebook-nya, Selasa (9/2/2016) sore.

"Peringatan HPN bukan merujuk kepada hari lahirnya organisasi wartawan, namun lahirnya pers nasional itu sendiri. Kapan itu? Para ahli dan sejarawan bisa mendiskusikan," tulis Pemimpin Redaksi Suara.com itu.  

Jono, begitu ia biasa disapa, kemudian menawarkan tonggak kelahiran pers nasional bisa lahirnya koran Medan Prijaji di Bandung tahun 1907-1912 sebagai koran pertama berbahasa Indonesia, dengan pendiri Tirto Adhie Soerjo, HM Arsjad dan Oesman.

Ia juga menawarkan munculnya Bintang Soerabaja (Surabaya), Tjahaja India (Jakarta), atau Bintang Barat yang terbit pada awal masa pergerakan layak dipertimbangkan menjadi tonggak awal berdirinya pers nasional.

"Atau bila ingin tonggak HPN adalah lahirnya organisasi jurnalis, jauh sebelum PWI lahir sudah muncul organisasi wartawan. Inlandsche Journalisten Bond yang digagas Marco Kartodikromo, atau Persatoean Djurnalis Indonesia dan masih banyak lagi," beber Jono.

"Sayangnya, sebagian dari kita kurang peduli untuk meluruskan sejarah, mendiskusikan dengan kritis dan takut melawan arus, sehingga HPN tetap merujuk lahirnya organisasi wartawan," demikian Jono.

Senada dengan Jono, Daniel Dhakidae, mantan Kepala Litbang Kompas mengatakan, penetapan HPN pada 9 Februari sebagai kekeliruan. Menurut Daniel, seharusnya penetapan hari pers tidak mengacu pada lahirnya organisasi wartawan.

“Jadi pertimbangannya bukan melihat sebuah lahirnya organisasi yang dijadikan hari pers, kelahiran pers ya kelahiran pers, yaitu surat kabar bukan organisasi,” kata Daniel sebagaimana ditulis Okezone.com, Selasa (9/2/2016).

Daniel lebih setuju jika HPN merujuk pada kelahiran Medan Prijaji pada 1907 saat pergerakan nasional Indonesia mulai menguat. Sedangkan HPN ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 5 Tahun 1985 yang ditandatangani Presiden RI ke-2, Soeharto.

Puncak HPN yang dirayakan hari ini berlangsung di kawasan Pantai Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (9/2/2016) pagi. (B-10)