PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya menyiapkan lokasi pengungsian dan dapur umum bagi warga dalam rangka mengantisipasi terjadinya banjir kiriman.

"Untuk lokasi posko dan pengungsian sudah siap kita data dan jika sewaktu-waktu diperlukan dapat segera dibangun dan difungsikan," kata Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani, Rabu, 16 November 2022.

Lokasi yang potensial dijadikan sebagai posko dan pusat pengungsian tidak berbeda jauh dari tahun sebelumnya. Di antara lokasi itu yakni di sekitar Pasar Kahayan, Gedung KONI, Jalan Arut dan di kantor kelurahan yang tidak tergenang banjir.

Intinya, lanjut wanita berhijab itu, lokasi untuk posko tidak tergenang air dan mudah dijangkau masyarakat maupun petugas. Berdasarkan data BPBD pada 15 November sejumlah kelurahan mulai terdampak banjir akibat meluapnya sungai besar.

Tercatat 202 rumah, 217 kepala keluarga dan 753 jiwa terdampak banjir meluapnya air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan dan DAS Rungan. Dari hasil pantauan tim di lapangan, debit air setiap hari ada kenaikan sekitar 30 cm sampai dengan 60 cm per hari.

"Kondisi ini terjadi karena wilayah hulu sungai yang berada di kabupaten tetangga masih diguyur hujan lebat," ujarnya.

Emi pun minta masyarakat, terutama di daerah rendah dan di kawasan bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya penambahan ketinggian air.

--page

Apalagi berdasarkan informasi BMKG sampai awal tahun depan hujan masih berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Kalteng termasuk Kabupaten Gunung Mas dan Kota Palangka Raya. (HENDRI/B-11)