PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Akses jalan menuju Pesantren Nurul Huda terendam banjir setinggi paha orang dewasa. Kondisi itu membuat 400 lebih santrinya dievakuasi ke posko untuk dijemput orangtuanya.

Koordinator Lapangan Heru Trimono mengatakan, pihaknya hanya memfasilitasi untuk menjemput dan mengevakuasi para santri keluar dari wilayah banjir.

"Sebanyak 400 orang yang yang kita evakuasi menggunakan sarana yang dimiliki BPBD dan Relawan, saat ini semua santri berada di posko untuk menunggu orangtua mereka menjemput," terangnya 17 November 2022.

Dirinya juga menjelaskan, evakuasi tersebut lantaran kondisi jalan yang menuju pondok pesantren tersebut sudah stinggi 50 cm. Itu karena di rasa membahayakan akhirnya semua dievakuasi.

"Evakuasi itu juga di lakukan lantaran hari ini mereka sudah memasuki libur sekolah, sehingga semua dipulangkan untuk mengantisipasi bahaya akibat banjir," tukasnya.

--page

Babeh sapaan akrab Heru, juga menejalskan akan trus memantau dan melihat kondisi banjir, karena sampai saat ini ketinggian banjir terus meningkat di beberpa titik. (AGUS/B-7)