SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Penyelenggara Sampit Trade Expo 2022 menyatakan, kegiatan yang dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Timur ini berjalan sukses dan lancar dengan perputaran uang selama agenda berlangsung mencapai hingga Rp20 miliar.

"Selama 10 hari kegiatan digelar, kami memperkirakan perputaran uang selama Sampit Trade Expo 2022 digelar ini antara Rp15 miliar-Rp20 miliar," kata Ketua UMKM Harati yang juga Ketua Panitia Sampit Trade Expo 2022, Rahmat Noor, Kamis 17 November 2022.

Rahmat bersyukur karena selama pelaksanaan cuaca juga sangat mendukung sehingga berdampak positif terhadap transaksi oleh masyarakat. Untuk itu diharapkan kegiatan yang digelar bersama Dekranasda ini bisa dilaksanakan secara rutin.

"Tujuannya untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)," terangnya.

Pihaknya terus mendorong pelaku UMKM untuk berani tampil dan bangkit mengembangkan usaha. Kegiatan seperti ini menjadi wadah bersama yang seharusnya dimanfaatkan untuk mempromosikan produk, sehingga bisa meningkatkan omzet dan menjangkau pasar yang lebih luas.

"Sudah ada lampu hijau dari pemerintah daerah, mudah-mudahan tahun depan bisa kita gelar lagi pada awal, pertengahan dan akhir tahun. Kita bersama-sama membangkitkan kembali ekonomi kerakyatan untuk menunjang kesejahteraan masyarakat," demikian Rahmat.

Adapun kegiatan ekonomi kerakyatan Sampit Trade Expo 2022 di Stadion 29 November Sampit tersebut berlangsung sukses dan menuai harapan pedagang agar kegiatan ini digelar rutin.

"Selama 10 hari dilaksanakan ini alhamdulillah cuaca bagus. Saat penutupan tadi malam juga sangat banyak dan sangat ramai," kata Supriadi, salah satu peserta Sampit Trade Expo 2022.

Sampit Trade Expo digelar secara swadaya oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tergabung dalam UMKM Harati yang juga didukung pemerintah daerah.

Ini merupakan ketiga kalinya kegiatan seperti ini digelar tahun ini. Sebelumnya dilaksanakan Bazar UMKM Harati pada Juni dan Pekan Raya Sampit pada Agustus lalu.

Sebanyak tiga kali digelar, Supriadi mengaku tidak pernah absen. Pedagang bakso dan mi ayam ini mengaku senang karena hasil yang didapat selama kegiatan sangat lumayan.

--page

"Saya berharap tahun depan kegiatan ini digelar secara rutin, misalnya tiga bulan sekali. Ini sangat membantu kami para pedagang dan masyarakat juga terhibur, buktinya pengunjung selalu ramai," ujar Supriadi.

Irma pedagang lainnya juga mengaku senang bisa ikut dalam kegiatan ini. Dia berharap pemerintah terus memfasilitasi pemulihan ekonomi, khususnya di bidang ekonomi kerakyatan.

"Kegiatan ini sangat membantu pelaku UMKM untuk kembali bangkit pasca pandemi COVID-19 ini. Kami berharap ini berkelanjutan," kata Irma.

ANTARA