WARGA Kelura­h­­an Padang, Ke­camatan Su­ka­­mara, Kabupa­ten Sukamara, khususnya yang tinggal di bantaran Su­ngai Mapam, menduga air su­ngai yang mereka gunakan beraktivitas sehari-hari telah ter­cemar.


Salah seorang warga Kelu­rah­an Padang, Taswin, me­nga­­takan air Sungai Mapam di­­­­duga mulai tercemar sejak No­vember 2015. Hal itu dibuk­ti­­kan dengan banyaknya ikan di keramba masyarakat yang mati.


“Menurut saya air sungai ter­­­cemar sejak kejadian ikan di keramba warga ba­nyak yang mati. Jadi bisa di­­pastikan itu karena airnya ter­­cemar,” kata Taswin.


Di pihak lain, anggota DPRD Sukamara Sukardi, me­­nuturkan bahwa saat me­­lakukan kunjungan kerja pa­da masa reses, beberapa wak­tu lalu, dirinya banyak me­nerima keluhan dari ma­sya­rakat Kelurahan Padang mengenai air Sungai Mapam yang diduga tercemar.


“Sebagian warga yang masih menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-ha­ri mengeluhkan adanya pen­ce­maran,” kata dia, Selasa (9/2/2016).


Keluhan senada juga disam­pai­kan masyarakat di Desa Pang­kalan Muntai. Mereka me­­rasa air Sungai Mapam memang telah tercemar.


“Kami mengharapkan kepa­da dinas terkait untuk menin­dak­lanjuti,” ucap Sukardi.


Ia melanjutkan, dirinya ju­ga telah mem­­be­­­­rikan penje­las­an kepada ma­syarakat bah­wasannya ka­dar air su­ngai ma­­sih diambang batas ke­wajaran. Namun dirinya te­­tap berharap ada kontrol se­cara terus-menerus atau ber­kesinambungan. Mengi­ngat masih banyak masyarakat yang menggunakan air sungai untuk kebutuhan se­hari-hari.


Sementara itu, Badan Ling­­­ku­ngan Hidup (BLH) Su­­kama­ra rutin melakukan uji sampel untuk mengetahui kon­disi air Sungai Jelai dan Mapam.


Namun, Kepala BLH Suka­ma­ra Iwan Miraza mengata­kan, hingga kini pihaknya be­­lum menerima hasil uji la­boratorium terhadap sam­pel air sungai yang dikirim. Pa­dahal biasanya hasil uji la­bo­ratorium tersebut diterima se­tiap awal tahun.


“Hasil sempel yang sekarang begitu penting. Kenapa? Ka­rena sampelnya kita ambil ber­selisih lima hari sebelum ter­jadinya kasus di sungai, se­hingga dapat kita nyatakan se­cara teknis berdasarkan ha­sil laboratorium yang memang tidak jauh dari waktu ke­jadian,” katanya.
Iwan menyebutkan, uji sam­pel bertujuan untuk mengeta­hui status mutu air. (B-3)