PENYALURAN minyak tanah bersubsidi untuk wilayah Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara mulai minggu ketiga Februari 2016 resmi dicabut. Sebagai gantinya, Pertamina mulai menyalurkan elpiji 3 kg untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya.
Mengingat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Desa Runtu, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat belum beroperasi, untuk sementara waktu tabung elpiji melon 3 kilogram dan refill diambil dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Kota Palangka Raya.
Elpiji 3 kg tersebut akan dibagikan secara bertahap kepada pangkalan (eks Pangkalan minyak tanah). Pembagian elpiji secara bertahap tersebut disebabkan Pertamina mengalami kendala jarak dan waktu tempuh saat pengambilan elpiji 3 kg dan refill di SPBE Palangka Raya.
Penarikan minyak tanah bersubsidi dan dimulainya pelaksanaan penyaluran gas elpiji 3 kg dituangkan dalam surat edaran dari Marketing Branch PT Pertamina Region VI Kalbarteng nomor 101/F164AO/2016/53 tanggal 29 Januari 2016. (KK/B-2)
Mengingat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) di Desa Runtu, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat belum beroperasi, untuk sementara waktu tabung elpiji melon 3 kilogram dan refill diambil dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Kota Palangka Raya.
Elpiji 3 kg tersebut akan dibagikan secara bertahap kepada pangkalan (eks Pangkalan minyak tanah). Pembagian elpiji secara bertahap tersebut disebabkan Pertamina mengalami kendala jarak dan waktu tempuh saat pengambilan elpiji 3 kg dan refill di SPBE Palangka Raya.
Penarikan minyak tanah bersubsidi dan dimulainya pelaksanaan penyaluran gas elpiji 3 kg dituangkan dalam surat edaran dari Marketing Branch PT Pertamina Region VI Kalbarteng nomor 101/F164AO/2016/53 tanggal 29 Januari 2016. (KK/B-2)






