KONDISI jalan menuju Desa Talingke, Kecamatan Tasik Payawan sepanjang kurang lebih 1 Km masih tergenang banjir.
Warga Desa Talingke yang hendak menuju Petak Bahandang atau Kereng Pangi terpaksa menggunakan feri.
“Sudah sejak akhir Desember 2015, ruas ini putus karena luapan air sungai,” sebut Zulkarnaen, warga Talingke, Selasa (9/2/2016).
Putusnya akses menuju Talingke ini semakin menambah penderitaan warga. Sebab warga Talingke selama ini kesulitam usaha. Ini karena harga rotan sebagai mata pencaharian warga desa tidak kunjung membaik, bahkan rotan di daerah itu terkesan tidak laku. Selain itu harga karet juga anjlok.
Zulkarnaen mengaku untuk mencukupi kebutuhan setiap hari sebagian warga ada yang berjualan.
“Tapi sejak sebulan ini ongkos yang kita keluarkan untuk belanja barang di Kereng Pangi bertambah, sebab sepeda motor dan barang harus naik fery melintasi jalan yang banjir,” katanya.
Untuk menyeberangkan motor plus barang dan pengendara, tarif yang dipatok pengusaha fery Rp20 ribu sekali jalan. Sedangkan untuk warga yang tidak membawa motor ditarik Rp10 ribu.
Atu, warga Talingke lainnya menambahkan jalan di desanya menuju jalan poros Kereng Pangi-Baun Bango itu baru dibangunkan pada 2014.
Tapi saat itu dari 6 Km yang ditimbun, kontraktor pelaksana hanya menyelesaikan penimbunan jalan sepanjang 5 Km saja. Akibatnya ruas sepanjang 1 Km yang belum ditimbun kebanjiran saat musim hujan.
“Kontraktor pelaksananya saat itu di-black list akibat pekerjaan tidak selesai,” sebutnya. Untuk itu warga berharap kepada pemerintah memperhatikan kondisi ruas yang terputus itu.
(B-6)


