BORNEONEWS, Palangka Raya - Banjir di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya belum ada tanda-tanda surut, jumlah pengungsi pun terus bertambah dan kini sudah ada 31 pengungsi di di Gedung KNPI Jalan Tjilik Riwut.
Pengungsi tersebut terdiri atas lansia, dewasa, anak-anak dan balita, jumlah tersebut bertambah dari hari kemarin hanya 23 orang. Sebelumnya, sebagian pengungsi berada di jalan Arut, mereka dipindahkan ke Gedung KNPI karena faktor cuaca dan fasilitas mandi, cuci dan buang air besar.
"Saat ini pengungsi bertambah, ada 31 orang, debit air masih bertahan, terakhir petugas cek naik 2 cm," kata Lurah Palangka, Ahmad Susanto, Jumat, 18 November 2022.
Saat ini kondisi badan pengungsi sudah sehat, tidak ada keluhan-keluhan sakit, kendati demikian petugas medis dari Dinas Kesehatan setempat siap di tempat untuk memberikan pelayanan bagi para pengungsi.
Makan dan minum serta kebutuhan lain para pengungsi juga telah diperhatikan, minimal 3 kali sehari disuplai makan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
"Pemko melalui BPBD suplai bantuan makan dan minuman dan lainnya, seperti evakuasi, jadi masalah sudah terselesaikan," ujarnya.
--page
Dia menilai yang menjadi kendala adalah warga yang terdampak tidak mau jauh dari rumah, sehingga perlu dialog meski agak alot, serta warga memilih mengungsi di rumah keluarga.
Total yang terdampak di Kelurahan Palangka, sebanyak 2.900 Kepala Keluarga, jumlah itu meningkat dibanding hari kemarin. Pihaknya mengimbau agar masyarakat waspada terhadap kenaikan debit air agar memperhatikan kabel-kabel listrik, barang-barang elektronik dan anak-anak saat bermain. (HENDRI/B-6)









