BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejak tanggal 15 November 2022, Ramang Syahdi, warga Kelurahan Petuk Ketimpun dinyatakan hilang ketika mencari kayu. Namun akhirnya pada Sabtu, 19 November 2022, ia ditemukan selamat. Kondisinya baik-baik saja.
Kordinator Lapangan Kantor Basarnas Palangka Raya, Khairil menuturkan, korban ditemukan oleh seorang nelayan saat memasang jala ikan.
"Kondisi korban saat ditemukan dalam keaadaan selamat meskipun dalam kondisi lemas karena tersesat selama empat hari di dalam hutan," katanya.
Kondisi korban saat ditemukan berada sekitar 5 kilometer dari dermaga Petuk Ketimpun. Saat ini, korban sudah berkumpul bersama keluarga dan mendapatkan perawatan medis.
"Karena kondisinya lemas kita sempat mengecek kondisi kesehatannya, dan saat ini sudah berkumpul dengan keluarganya," terangnya.
--page
Selain itu, Khairil djuga meminta kepada warga yang beraktifitas di luar rumah khususnya pada kondisi banjir ini untuk tetap berhati-hati dan waspada.
"Tetap waspda saat beraktifitas di kondisi banjir seperti saat ini, karena bisa saja kemungkinan lain terjadi saat beraktifitas," ungkapnya. (AGUS/B-7)









