PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palangka Raya sepertinya sudah angkat tangan dalam menangani Jalan Rajawali di kilometer 5 hingga 6, yang selalu mengalami kerusakan. Perbaikan jalan itu akan jadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).


“Menurut informasi dari Kepala Bidang Bina Marga Dinas BMSDA, bahwa untuk tahun 2016, Jalan Rajawali ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kalteng,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Palangka Raya, Harry Maihadi, melalui pesan singkatnya pada Borneonews, Selasa (9/2/2016).


Pemkot Palangka Raya bukannya tak memperhatikan ruas jalan tersebut. Saban tahun, selalu saja jalan itu selalu diperbaiki. Namun, setiap tahun pula jalan yang termasuk jalur ramai itu rusak kembali. Banyak lubang di kanan-kiri ruas jalan, terutama di sekitar Pasar Rajawali. Anehnya, titik terparah lubang itu selalu di tempat yang sama.


Pada 2014 lalu dan tahun-tahun sebelumnya, selalu dilakukan tambal sulam. Lalu pada 2015, dilakukan perbaikan dengan kualitas aspal yang lebih bagus lagi (hotmix) secara menyeluruh sepanjang 1 kilometer pada titik terparah kerusakan. Namun, kini kondisinya kembali mengenaskan.


Kondisi ini membuat warga mengeluh. Salah satunya, seperti dikatakan Imam. Ia heran, kenapa jalan yang setiap tahunnya diperbaiki, namun dengan cepat mengalami kerusakan kembali.

Ia meminta, instansi terkait mampu menyelesaikan masalah ini, dengan memberikan perhatian pada titik-titik yang rawan kerusakan.
(RZ/B-10)