BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka mencegah terjadinya kasus stunting, Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siti Nafsiah mengatakan sosialisasi terkait pengetahuan gizi kepada masyarakat terutama para ibu perlu digencarkan.
Dia mengatakan, terjadinya stunting salah satunya yakni akibat kurangnya pengetahuan masyarakat khususnya para ibu tentang pemenuhan asupan gizi pada saat hamil maupun setelah melahirkan, sehingga hal itu kerap diabaikan. Padahal pemenuhan gizi sangat penting.
"Akibat kurangnya asupan gizi saat hamil maupun ketika anak sudah lahir itu salah satu penyebab stunting, maka dari itu sosialisasi mengenai pengetahuan gizi itu perlu lebih digencarkan terutama kepada masyarakat yang kurang mampu," ucapnya, Minggu, 20 November 2022.
Dia menjelaskan, kasus stunting kerap terjadi terhadap masyarakat yang ada di wilayah kecamatan maupun pedesaan yang jauh dari pusat fasilitas kesehatan maupun tidak terpenuhinya pelayanan kesehatan yang baik. Oleh karenanya, sosialisasi terkait hal itu harus dapat digencarkan secara merata.
"Pemda melalui instansi terkait harus menugaskan tenaga kesehatan khususnya para ahli gizi untuk terjun langsung kelapangan terutama desa-desa yang minim mendapat pelayanan kesehatan dalam rangka mensosialisasikan hal itu agar kasus ini bisa dicegah," ujarnya.
Dikatakannya bahwa, kasus stunting di Kalteng hingga saat ini masih terjadi dan hal itu perlu penanganan secara berkesinambungan supaya kasus tersebut dapat ditekan, sebab stunting ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap keberlangsungan hidup anak-anak ketika pada saat beranjak dewasa.
"Ketika anak itu bisa berpikir bahwa dia berbeda dari orang-orang seumurannya maka dari situ timbul rasa minder atau malu, sebab kebanyakannya begitu. Jadi memang banyak dampak negatif dari kasus stunting, ini yang harus dapat menjadi perhatian bersama," tuturnya.
Dirinya berharap penanganan stunting di Kalteng dapat dilakukan secara maksimal dan hal-hal terkait penyebab stunting ini bisa menjadi fokus pemda untuk memperhatikannya dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan program pencegahan stunting yang telah dicanangkan baik pada tingkat pusat maupun daerah.
"Kita tentu tidak ingin kasus stunting terus terjadi, maka dari itu upaya-upaya penanganan maupun pencegahan agar dapat terus dilakukan, termasuk salah satunya sosialisasi terkait pengetahuan gizi kepada masyarakat. Dan pada dasarnya untuk memenuhi gizi itu juga tidak perlu harus mahal asalkan dapat selalu terpenuhi," tandasnya. (DONNY D/B-6)
Cegah Stunting, Sosialisasi Terkait Pengetahuan Gizi Perlu Digencarkan
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Sejumlah Elemen Audiensi ke DPRD Kalteng Desak Karhutla Ditetapkan Bencana Nasional
Wakil Ketua I DPRD Kalteng Apresiasi untuk Para Pahlawan di Garis Depan Penanganan Karhutla Kalteng
DPRD Desak Kalteng Miliki Rumah Sakit Khusus Paru
Pokir Aspirasi Masyarakat Harus Ditunjang Dokumentasi
Anggota Komisi II DPRD Kalteng Bagikan Masker di Lingkungan MTSN 1 Kapuas
Anggota Komisi II DPRD Kalteng Minta Perluas Pembagian Masker dan Suplemen Kesehatan
Komentar (0)
Memuat komentar…







