PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Sugianto Sabran menyampaikan pasar penyeimbang menjadi upaya jangka pendek untuk membantu masyarakat.

"Penyelenggaraan pasar penyeimbang merupakan upaya jangka pendek untuk menjaga daya beli masyarakat yang terdampak karena kenaikan BBM dan inflasi,” sebut Sugianto.

Sugianto menuturkan penyelenggaraan pasar penyeimbang sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.  Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperkuat sinergi di pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga.

Sekaligus meningkatkan ketahanan pangan, sehingga mendukung daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi nasional.

Terkait inflasi Pemprov Kalteng melakukan aksi Gerakan Tanam Bawang Merah dan Cabai (GERTAM BABE) BERKAH untuk jangka menengah dan jangka panjang, yang akan dimulai pada lokasi Jalan Tjilik Riwut km. 38 dengan luas lahan kurang lebih 30 hektare.

TPID Kalteng menggelar pasar penyeimbang di dua titik dengan masing masing menyediakan 1500 paket, pada Minggu 20 November 2022.

--page

Titik pertama di Desa Pelangsian Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur. Sedangkan titik kedua di Kecamatan Pulau Hanaut Kabupaten Kotawaringin Timur. (HERMAWAN DP/B-5)