TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Direktur RSUD Tamiang Layang Kabupaten Barito Timur, Vinny Safari menghubungi Borneonews lewat sambungan telepon dan menyampaikan permintaan atas kejadian pengusiran yang dilakukan oleh oknum perawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit atau NICU RSUD Tamiang Layang, Minggu, 20 November 2022.

"Saya minta maaf bahasanya (perawat) mungkin nggak sopan, nggak etis," kata Vinny.

Dia mengakui sebelumnya telah memerintahkan perawat di ruang NICU untuk menutup akses bagi masyarakat umum yang ingin mengetahui informasi tentang bayi yang ditemukan dalam kardus dan sedang dirawat di ruang NICU tersebut.

Vinny beralasan pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan keterangan terkait kondisi bayi malang itu.

"Saya tadi lagi koordinasi dulu kapolres karena ini saya suruh mereka (perawat) diam jangan komen apa pun dulu, saya koordinasi dulu karena ini masuk ranahnya kepolisian. Nah kita kan hanya ketempatan untuk merawat," ujarnya.

--page

"Saya lagi koordinasi juga dan ini belum dapat kabar pak, sambil teleponan dengan kapolsek tadi beliau cari info dulu perkembangannya di polres gimana," lanjutnya.

Selain karena merasa berwenang memberikan keterangan, Vinny beralasan penutupan akses umum karena rumah sakit merupakan area tertutup. Padahal saat mendatangi rumah sakit Borneonews tidak menimbulkan kerumunan dan rumah sakit dalam kondisi lengang dan hanya ada beberapa keluarga pasien yang terlihat menunggu di luar.

"Apalagi zaman pandemi ini kan pandemi gini belum berhasil ini pak, nanti saya dituding oleh satgas membuat kerumunan orang pak, saya kan orang kesehatan," kilahnya.

"Mungkin itu dulu ya pak, maaf ya pak," pungkas Vinny mengulangi permintaan maafnya.

Kronologis pengusiran wartawan Borneonews.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Borneonews mendatangi ruang UGD RSUD Tamiang Layang untuk mengkonfirmasi kondisi terkini bayi yang ditemukan dalam kardus di sebuah langgar Kilometer 3 Kelurahan Tamiang Layang pukul 03.45 WIB.

--page

Kemudian petugas di ruang UGD mengarahkan ke ruang NICU karena bayi itu sedang dirawat di ruang itu.

Selanjutnya Borneonews mendatangi ruang NICU. Saat itu dua perawat perempuan yang sedang bertugas sedang berada di ruang perawatan dengan beberapa bayi dalam inkubator sehingga Borneonews tetap menunggu di luar ruangan.

Saat kedua perawat tersebut selesai menangani pasiennya dan kembali ke ruang kantor, Borneonews mendatangi dan memperkenalkan diri dengan tanda pengenal yang dikalungkan di leher.

"Kami tidak tahu kami hanya merawat di sini," jawab petugas berkaos polo biru dengan nada kurang ramah saat Borneonews menyampaikan keinginan untuk mengetahui kondisi terkini bayi yang ditemukan.

Lalu Borneonews kembali menanyakan siapa pejabat yang memiliki wewenang dan bisa dimintai penjelasan. Namun bukan penjelasan atau arahan yang diterima, malah Borneonews langsung diusir keluar.

"Bapak keluar saja dari ruangan ini," ucapnya dengan nada kasar.

--page


Mendapatkan perlakuan seperti itu, Borneonews sempat menjelaskan bahwa tugas jurnalistik yang sedang dijalankan dilindungi oleh undang-undang, namun tetap tidak mendapatkan tanggapan yang baik dari perawat yang bersangkutan. (BOLE MALO/B-5)