LAPORAN: RAFFIUDIN (Sampit)

KABUPATEN Kotawaringin Timur, saat ini masih kekurangan 973 tenaga guru mata pelajaran. Kekurangan terjadi untuk sekolah tingkat SD dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di 17 kecamatan.

“Dari hasil analisis kebutuhan guru yang kami lakukan pada tahun ini. Sampai saat ini Kotim  masih kekurangan tenaga guru, untuk guru SD kurang 644 orang, SMP kurang 329 orang dengan 12 mata pelajaran,” kata Kepala Bidang Pengembangan Pegawai pada Dinas Pendidikan Kotim, M Irfansyah, di kantornya, Rabu (10/2/2016).

Penyebab kurangnya guru di Kotim itu karena sekolah terus bertambah sementara guru tidak ada penambahan, pemicu lain karena banyak guru yang memasuki masa pensiun.

Dari data Dinas Pendidikan Kotim hingga tahun ini, jumlah guru yang sudah pegawai negeri sipil (PNS) dari tingkat SD hingga SMA sederajat sebanyak 3.369 orang.

Belum lagi, beberapa tahun terakhir pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), memberlakukan moratorium penerimaan pegawai di seluruh Indonesia.

Namun untuk menutupi kekurangan guru yang terus berlanjut, terutama kekurangan guru yang akan ditempatkan di sekolah wilayah pedalaman. Pemerintah daerah mengangkat tenaga kontrak secara berjenjang setiap tahun.

Tahun ini jumlah guru kontrak yang diperbantukan untuk mengisi mata pelajaran di sekolah-sekolah yang ada di 17 kecamatan se Kotim sebanyak 420 orang. Selain guru kontrak, pemerintah daerah juga memberikan kewenangan kepada pihak sekolah untuk mengangkat guru honorer.

“Selain guru kontrak, ada juga pengangkatan guru honorer yang dilakukan oleh masing-masing sekolah sesuai kebutuhan dan anggaran yang ada. Sistem pengganjian guru honorer ini dilakukan oleh sekolah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah,” ujar Irfansyah. (FI/B-7)