LAPORAN: RAFFIUDIN (Sampit)

AKSI pencurian sarang burung walet di wilayah Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur sudah sangat meresahkan para pengusaha walet. Maraknya aksi pencurian dengan cara membobol sarang walet itu memaksa para pemilik mengaktifkan ronda malam.

"Pencurian sarang burung walet di tempat kami sudah sangat meresahkan. Hampir setiap malam ada saja bangunan sarang walet yang dibobol maling," kata Muhammad Rasyid salah seorang pengusaha walet di Kecamatan Teluk Sampit kepada Borneonews, Rabu (10/2/2016).

Ada tiga kecamatan di wilayah selatan itu yang resah akibat maraknya aksi pencurian sarang burung walrt. Yakni Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut dan Teluk Sampit.

Diceritakan Rasyid, para pencuri diduga beraksi pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, saat para pemilik sedang tertidur lelap. Saat pemilik tertidur itulah, dimanfaatkan kawanan pencuri dengan leluasa melancarkan aksinya.

"Hampir satu bulan lebih pengusaha walet di Selatan ini resah karena aksi pencurian. Cara mereka dengan meruksa gembok pintu bangunan walet, ada juga yang memanjat pakai tali di dinding. Sekarang sudah parah, mereka membobol dinding," jelas Rasyid.

Muslih, pemilik bangunan sarang burung walet lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Bahkan hampir setiap hari katanya mereka berjaga-jaga di sekitar bangunan walet, karena bangunan walet tidak semua dekat rumah.

Ada juga yang lokasinya jauh dari rumah dan permukiman, kondisi itu dimanfaatkan para pencuri dengan leluasa melancarkan aksinya.
Bahkan dalam waktu dekat para pemilik bangunan sarang burung walet hendak mendatangi langsung Polres Kotim untuk melaporkan maraknya aksi pencurian sarang walet.

"Rencananya kami akan melaporkan langsung kasus pencurian ini ke Polres Kotim. Kami berharap para pelaku yang sudah sangat meresahkan kami ini ditangkap," kata Muslih. (FI/B-7)