Sebanyak 33 perusahaan mendapat penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Predikat Zero Accident atau Nol Kecelakaan Kerja.


Penjabat Gubernur Kalimantan Tengah Hadi Prabowo memberikan penghargaan itu pada Upacara Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2016 di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalteng, Rabu (10/2/2016).



Dalam kesempatan itu Hadi Prabowo membacakan Amanat Menteri Ketenagakarjaan, M Hanif Dhakiri. Amanat itu menyebutkan bahwa penghargaan ini merupakan ajang apresiasi tahunan yang menjadi indikator prestasi kinerja bagi perusahaan dan pemerintah daerah dalam penerapan K3 di lingkungannya.


"Perusahaan peraih penghargaan itu menandakan bahwa lingkungan mereka tidak terjadi kecelakaan kerja dalam kurun waktu tiga tahun terakhir," ungkapnya.


Sementara itu Kepala Disnakertrans Kalteng Hardy Rampay saat diwawancarai usai upacara mengatakan bahwa jumlah penerima predikat Zero Accident tahun ini memang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.


"Tahun lalu hanya 31, sekarang 33 perusahaan," ungkap Hardy.


Hal ini, menurut Hardy, tidak lepas dari pemantauan dan pengawasan rutin Pemda dengan memastikan kelengkapan perusahaan untuk keselamatan tenaga kerjanya, terutama untuk perusahaan besar.


"Perusahaan besar sepertinya yang masih dominan banyak mengalami kecelakaan kerja. Nah, apabila dibarengi dengan peralatan yang lengkap disertai dengan pelatihan tentu akan mengurangi kecelakaan," jelasnya.


Selama ini, lanjutnya, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan perkebunan sawit adalah yang paling rentan mengalami kecelakaan kerja.


"Kesadaran akan pentingnya penerapan K3 di lingkungan kerja tidak hanya menghindarkan diri dari kecelakaan kerja namun dapat meningkatkan aspek perlindungan pekerja dan menambah produktivitas serta, kesejahteraan pekerja," ujarnya. (TP/m)