BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 1045 pompa konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) yang merupakan program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disalurkan bagi petani dan nelayan di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Untuk itulah di aula Kantor Bupati Kobar, Senin, 21 November 2022 secara resmi pompa konversi BBM ke BBG tersebut mulai didistribusikan oleh anggota Komisi VII DPR RI asal Kabupaten Kobar Mukhtarudin pada sasaran penerima di Kabupaten Kobar.
Mukhtarudin menjelaskan bantuan pompa konversi tersebut merupakan program pemerintah melalui Kementerian ESDM guna peningkatan kesejahteraan bagi petani dan nelayan.
"Jari jumlah bantuan yang disalurkan, rinciannya sebanyak 403 petani dan 642 nelayan menjadi sasaran penerima untuk tahun ini yang terdiri dari pompa air, 2 liter oli, 1 tabung gas elpiji 3 kg, konverter kit selang dan regulator," jelas Mukhtarudin.
Mukhtardin menjelaskan manfaat dari program pemerintah tersebut, harapannya petani dan nelayan bisa menghemat biaya operasional sekitar 30% bila dibandingkan dengan menggunakan BBM.
--page
"Jadi selain harapannya bisa lebih hemat secara biaya, dengan menggunakan bahan bakar gas, bila ditinjau dari emisi gas buang yang dihasilkan lebih ramah lingkungan," jelas Mukhtarudin.
Mukhtarudin menjelaskan, agar penyaluran gas pada petani dan nelayan tidak mengganggu distribusi gas bagi keperluan masyarakat lainnya untuk rumah tangga, nantinya bakal dilakukan penataan secara teknis oleh instansi dan stakeholder terkait.
"Jadi bakal dibuat pangkalan penyaluran gas khusus bagi petani dan nelayan. Sehingga mereka bisa lebih mudah mendapatkannya dan tidak menggangu suplai gas elpiji untuk keperluan rumah tangga dan lainnya," jelas Mukhtarudin. (WAHYU KRIDA/B-5)









