BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Bantuan mesin pompa konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) program Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, usulan dari anggota DPR RI Komisi VII asal Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Mukhtarudin bakal disalurkan pada petani dan nelayan yang berada di 6 kecamatan di Kobar.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kobar, Kris Budi Hastuti mengatakan, rincian penyaluran bantuan sebanyak 1045 mesin pompa konversi BBM ke BBG tersebut.
"Pompa konversi BBM ke BBG ini bakal diserahkan pada petani sebanyak 403 unit di 6 kecamatan dan 642 pompa untuk nelayan di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Kumai, Kotawaringin Lama, dan Arut Selatan (Arsel)," jelas Kris Budi Hastuti.
Menurut Kris Budi Hastuti, di Kecamatan Arsel jumlah petani penerima bantuan pompa konversi sebanyak 97 unit.
"Kemudian untuk Kecamatan Kumai 80 unit, Kotawaringin Lama 34 unit, Pangkalan Banteng 65 unit, Pangkalan Lada 108 unit, dan Arut Utara 19 unit," jelas Kris Budi Hastuti.
--page
Kris Budi Hastuti menjelaskan, sebelum diserahkan pada petani dan nelayan, dilakukan perakitan dan uji coba terlebih dahulu terhadap mesin pompa konverter BBM ke BBG ini.
"Harapannya dengan bantuan ini, petanibdan nelayan bisa menghemat biaya operasional. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta nelayan," jelas Kris Budi Hastuti.
Di tempat yang sama, Subianto salah seorang petani dari Desa Sungai Melawen mengucapkan terimakasih kepada Kementerian ESDM, Anggota DPR RI asal Kobar Mukhtarudin serta Pemkab Kobar atas adanya bantuan tersebut.
"Pastinya bantuan ini sangat membantu penghematan biaya operasional sekitar 30%. Harapannya kesejahteraan kami sebagai petani kedepan juga bisa lebih meningkat lagi," jelas Subianto. (WAHYU KRIDA/B-5)









