PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Biro Pertahanan dan Keamanan Adat Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng, Ingkit Djaper mengatakan, dirinya sangat menyambut baik dan memberikan apresiasi atas perdamaian antara Direktur PT BMB, Basirun Panjaitan dengan Damang Manuhing, Awal Jantriadi. Bahkan keduanya bersepakat untuk menjadi saudara Hakat Hambai Hampahari, Senin, 21 November 2022.

Menyikapi suara sumbang perdamaian antara Basirun Panjaitan dan Damang Manuhing, bahkan ada pernyataan sang Damang mengalami perundungan, Ingkit menegaskan, itu hanyalah ulah segelintir orang yang tidak memahami indahnya perdamaian dan kurang memamahi filosofi orang Dayak yang cinta damai, memiliki hati untuk mengampuni dan memaafkan.

“Orang Dayak sangat cinta damai dan memiliki hati yang suka mengampuni dan memaafkan. Jadi jangan rusak filosofi orang Dayak dengan pernyataan-pernyataan yang meresahkan. Saya pikir tidak ada yang salah terkait upaya damai kedua belah pihak,” kata Ingkit sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulisnya di Palangka Raya.

Apalagi dalam pelaksanaan perdamaian dimediasi DAD Kalteng, E.P. Romong (perwakilan). Ketua Harian DAD Kabupaten Gunung Mas, Herbit Y. Asin, Batamad Gunung Mas, Inoni, Koordinator Damang Kabupaten Gunung Mas, Yehuda I. Emun, Kapolres Gunung Mas, Irwansah, SIK, Danramil Manuhing, Lettu CPL, Apolo Dermawan dan pihak Kecamatan Manuhing.

Sementara itu, menyikapi suara miring terkait apa yang dilakukan DAD Kalteng untuk memfasilitasi perdamaian itu, Ketua Biro organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah, E.P. Romong mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya bersama beberapa tokoh Dayak lainnya bukan untuk mengambil alih peran Damang untuk mengadili, tetapi memfasilitasi niat baik antara Damang Manuhing dan Basirun Panjaitan untuk berdamai.

--page

“Kedua belah pihak berdamai dan bersepakat saling memaafkan atas kesalahfahaman yang terjadi. Untuk itu, keduanya juga bersepakat untuk angkat bersaudara, atau Hakat Hambai Hampahari,” kata E.P. Romong selaku pimpinan yang memfasilitasi perdamaian. 

Romong menambahkan, saat acara perdamaian, ada 8 damang yang hadir dan semuanya merasa senang menyambut perdamaian. Bahwa itu menunjukkan tidak ada masalah apapun antara DAD Kalteng dengan para Damang, sebagaimana pemberitaan yang beredar.

Menutup pernyataannya, Romong mengatakan, setelah adanya penjelasan menyeluruh perihal penyelesaian kasus tersebut, para Damang yang dipimpin Markus Tuwan setuju dan dapat memahaminya. 

Pada kesempatan ini, E.P. Romong juga mengimbau agar jangan sampai ada pihak-pihak yang merusak dan menghalangi niat baik orang yang ingin berdamai. “Tolong masyarakat adat jangan mempercayai berita-berita sesat yang justru ingin memecah belah masyarakat adat,” katanya.

Budi HD, yang juga salah satu pengurus DAD Kalteng menambahkan, pertemuan di Betang Hapakat pada tanggal 19 November 2022 itu semata-mata untuk menindaklanjuti hasil pertemuan dari kedua pihak yang berseteru pada tanggal 14 Nopember 2022. Kesepakatan yang dibuat di lapangan berada di wilayah hukum Polres Gunung Mas dan dimediasi oleh Kapolres Gunung Mas.

--page

Hal ini, lanjut dia, termuat sangat jelas pada poin kedua kesepakatan itu yang menyebut bahwa pertemuan kedua pihak yang berseteru dilaksanakan di Betang Hapakat. Kehadiran Polri, TNI, DAD Gunung Mas, Batamad Gunung Mas, Koordinator Damang Gunung Mas dan Pemerintah Kecamatan Manuhing adalah sebuah dukungan yang positif demi terciptanya suasana kondusif.

“DAD Provinsi Kalteng hanya memfasilitasi, DAD Kalteng tidak mengurus ranah peradilan adat. DAD Kalteng hanya sebagai tuan rumah untuk memfasilitasi keinginan orang yang awalnya berseteru kemudian ingin berdamai, bahkan sampai angkat hampahari. Persoalannya sudah clear and clean. Semoga dipahami dan diduduki pada porsi yang tepat,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan salah satu pengurus DAD Kalteng, Simpun Sampurna. Menurut pegiat dan aktivis masyarakat adat Dayak ini, apapun yang disampaikan tujuannya untuk kebaikan kedepannya. 

Menurutnya, walaupun apa yang dilakukan kemungkinan belum bisa memuaskan semua pihak, tentu ada kekurangannya apabila dicari-cari kekurangannya. Untuk itu, ia mengajak bergandeng tangan hapakat membangun DAD Kalteng. 

“Evaluasi itu penting, jika ditemukan sampaikan saja. Hal ini agar kita berbenah untuk memperbaikinya. Jangan ada agitasi dan upaya menghambat itikad baik dan damai dari kedua belah pihak,” kata Simpun.

--page

Simpun berharap, DAD Kalteng bisa melakukan apa saja yang menjadi capaiannya dan juga hal-hal yang belum terealisasi, baik kegiatan maupun program kerja. Sehingga, tolok ukur yang harus dilakukan dalam rangka optimalisasi perbaikan pelayanan bagi masyarakat Kalteng secara umum dan masyarakat adat secara khusus, menjadi semakin jelas.

“Sekali lagi saya sampaikan, tidak mungkin DAD Kalteng mampu memuaskan semua pihak. Tentunya ada kekurangan. Mari berbenah agar kedepannya DAD Kalteng semakin tangguh dan maju terus," pintanya.

Diberitakan sebelumnya , Sumardie perwakilan dari PT BMB menyambut baik perdamaian tersebut, sehingga kedepannya kinerja PT BMB menjadi lebih baik lagi, karena didukung tokoh adat setempat. 

Sumardie juga menambahkan, kehadiran dan permintaan maaf Basirun Panjaitan kepada kepada Damang Manuhing, Awal Jantriadi adalah wujud hormat kepada tokoh dan Adat Dayak, karena Basirun berprinsip, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung. 

“Pak Basirun sangat menghormati tokoh-tokoh Dayak, dan Adat Dayak. Beliau mengharapkan melalui perdamaian ini, membawa kinerja PT BMB semakin baik karena didukung sesepuh orang Dayak, sehingga berdampak positif bagi warga sekitar dan warga Dayak” tutup Sumardie. (APRIANDO/B-7)