LAPORAN: YUDA MANX (Pangkalan Bun)
MUSIM penghujan, pembentukan awan Cumulonimbus atau yang dikenal dengan awan CB mudah sekali terbentuk. Sehingga belakangan ini kondisi cuaca di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar) dan sekitarnya terlihat mendung dan bahkan terjadi hujan lebat.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalan Bun Lukman Soleh Rabu menjelaskan, faktor yang menyebabkannya karena adanya pembelokan arah angin atau perlambatan angin. "Angin tersebut membawa bahan dasar awan pada tiap lapisan awan. Apalagi ditunjang oleh kelembaban udara relatif (RH) yang cukup tinggi pada tiap lapisan yang berkisar antara 850 milibar (mb), 700 mb dan 500 mb," jelasnya.
Karena itulah, lanjut dia, saat ini yang perlu diwaspadai adalah angin yang berasal dari awan CB. "Informasi keberadaan awan CB dan arah angin hampir setiap jam kita informasikan keadaan cuaca yang berada di wilayah Kobar kepada maskapai penerbangan, bandara dan pelayaran."
Pengaruh angin tersebut juga mempengaruhi ketinggian gelombang laut. "Untuk perairan laut jawa bagian barat dan tengah, kondisi gelombang masih tergolong rendah yang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter. Kemudian untuk perairan di wilayah Sulawesi dan Papua ketinggian gelombang tergolong sedang, berkisar antara 1,25 hingga 2,50 meter. Sedangkan gelombang tinggi terjadi di wilayah Samudera Hindia sebelah barat Kepulauan Nias hingga Lampung dengan ketinggian berkisar 2,50 hingga 4,0 meter."
Menurutnya, meski tingginya gelombang, kapal penumpang yang berbobot besar seperti yang dipergunakan maskapai pelayaran Pelni masih dianggap relatif aman. "Namun untuk kapal nelayan yang bobotnya relatif kecil perlu lebih diwaspadai terhadap ketinggian ombak," jelasnya. (YD/B-7)


