Hari ini, Rabu (10/2/2016), umat Katholik di seluruh dunia merayakan Rabu Abu. Hari Rabu Abu ini dilaksanakan tepat 40 hari sebelum Jumat Agung. Pada hari Rabu Abu ini, umat Katholik melaksanakan misa dan diberikan abu di keningnya.
Abu ini merupakan simbol pengingat asal-usul manusia. Dari debu kembali ke debu. Dari tanah kembali ke tanah.
"Di awal masa pra-Paskah ini, umat Katholik melaksanakan kebhaktian atau misa dan dioleskan abu di keningnya sebagai pengingat asal kita dari mana," ungkap Purwaka, salah seorang umat Katholik yang beribadah di Katedral Santa Maria, Palangka Raya.
Menurut Purwaka, Rabu Abu ini umat Katolik juga diwajibkan berpuasa seharian penuh. Puasa ini wajib bagi umat yang berumur 18-60 tahun dalam kondisi sehat.
Setelah itu, diwajibkan pula puasa selama 40 hari. "Puasa ini dilaksanakan selama 40 hari sejak besok (Kamis, 11/2/2016) sampai Jumat Agung nanti," pungkasnya.
Saat berpuasa, umat Katholik hanya makan sekali dalam sehari. Puasa ini dimaksudkan agar umat Katholik dapat memperbaiki diri dan merenungi perjalanan hidupnya selama ini demi menjadi pribadi yang lebih baik. (TP/*)
Umat Katholik Rayakan Rabu Abu Sebagai Pengingat Asal-Usul Manusia
Redaksi
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla di Belakang SMKN 3 Kuala Kapuas Merembet ke Bangunan Warga
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
Komentar (0)
Memuat komentar…







