Bupati Gunung Mas (Gumas) Arton S Dohong mengingatkan warga Gumas agar waspada perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, pada musim penghujan seperti ini, nyamuk Aedes aegypti berkembangbiak dengan cepat.
"Di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) ini sudah ada beberapa warga yang terkena DBD. Untuk itu, kita harus selalu waspada," kata Arton saat ditemui <Borneonews> di ruang kerjanya, Selasa (9/2/2016).
Ia melanjutkan pencegahan penyakit DBD bisa dilakukan dengan berbagai cara antara lain menggunakan kelambu saat tidur, membersihkan tempat penampungan air, menutup tempat menampung air, membasmi sarang nyamuk selalu menjaga kebersihan dan beberapa upaya lain agar penyakit DBD tidak berkembang.
Arton juga mengingatkan agar masyarakat yang sakit atau demam tinggi seperti gejala DBD agar cepat berobat ke pusat layanan kesehatan baik rumah sakit, puskesmas maupun petugas kesehatan di daerah masing-masing. "Jika sakit harus cepat berobat, sehingga dapat dibantu oleh petugas medis dan menghindari penyakit agar tidak semakin parah," pesan dia.
Sedangkan untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Gumas, Arton meminta agar mereka proaktif melalui puskesmas-puskesmas untuk menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tata cara untuk mencegah penyakit DBD serta memberikan pemahaman tentang bahaya penyakit DBD.
“Dinas Kesehatan bekerja sama dengan puskesmas harus bekerjasama untuk mencegah maraknya penyebaran DBD di daerah ini,” harapnya.
Ditemui terpisah, Kepala Bidang Penaggulangan Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Gumas Selot A Sahay menyampaikan terhitung muali Desember 2015 hingga Februari 2016. Jumlah penderita DBD di Kabupaten Gumas sudah lebih dari lima orang. Sehingga beberapa waktu lalu pihak Dinkes melakukan fogging atau pengasapan di wilayah Kuala Kurun dan beberapa desa lainnya untuk memberantas nyamuk penyebab DBD. “Penyakit DBD akan terus kita pantau dan kita selalu bekerja sama dengan puskesmas yang tersebar di daerah ini,” pungkasnya. (EP/B-8)


