BORNEONEWS, Palangka Raya - Peningkatan kasus positif Covid-19 di Kalteng memang tidak terlalu signifikan, tetapi terjadi secara konsisten. Maka dari itu, kasus Covid-19 di Kalteng ini harus perlu tetap ditangani dengan maksimal oleh pemda.
Ketua Perhimpunan Ahli Epidemologi Indonesia (PAEI) Kalteng, Rini Fortina mengatakan, penanganan maksimal sangat penting untuk mengendalikan peningkatan kasus agar tidak terjadi, salah satunya yaitu dengan pemberian vaksinasi booster secara masif kepada masyarakat.
"Vaksinasi ini merupakan bagian penting dalam penanganan kasus Covid-19. Memang pada dasarnya vaksin tidak membuat tubuh kebal, tapi bisa mencegah keparahan ketika seseorang terpapar virus tersebut," ujarnya, Selasa, 22 November 2022.
Dia menjelaskan, prinsip dari virus influenza dan varian-variannya, seperti Sars Cov-2 memang sangat aktif karena selalu bermutasi. Hal ini pula yang menjadi salah satu faktor kasus Covid-19 meningkat pada periode-periode tertentu.
"Untuk mengendalikan itu, selain penanganan dengan vaksinasi faktor seperti perilaku juga harus dikendalikan. Paling tidak penerapan prokes itu harus dilakukan, karena meski sudah divaksin tanpa diimbangi prokes penularan tetap terjadi," ucapnya.
--page
Menurutnya, prokes dan vaksinasi merupakan satu kesatuan, terlebih lagi dengan keterbatasan stok vaksinasi di sejumlah daerah di Kalteng, maka prokes menjadi langkah pertama dalam upaya menekan penyebaran Covid-19.
Pasalnya, ketika vaksin kosong artinya disiplin prokes masyarakat minimal 3M harus tetap dijalankan, kemudian apabila ada potensi kerumunan besar itu bisa di pecah-pecah menjadi kelompok kegiatan yang kecil-kecil saja.
"Sehingga antara ekonomi dan Covid-19 bisa tetap terkendali dan tidak terjadi lonjakan. Kalau untuk PPKM, evaluasi mungkin di tingkat pusat, untuk daerah PPKM level 1 masih relevan untuk diterapkan saat ini," imbuhnya. (DONNY D/B-7)









