BENCANA banjir dan tanah longsor melanda sejumlah daerah di Indonesia. Di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sekitar 400 rumah di Kecamatan Tirto terendam air.
“Hampir sepekan terakhir ini, genangan air dengan ketinggian 30-40 sentimeter kini masih merendam permukiman. Banjir ini tentunya mengganggu aktivitas perekonomian warga karena bekerja sebagai buruh batik,” kata Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pekalongan, Bambang Sujatmiko, Rabu (10/2/2016).
Tidak hanya di Jawa Tengah, banjir juga melanda Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Di daerah itu, sebanyak 5.000 jiwa telah mengungsi pada tenda evakuasi penanggulangan bencana alam. “Mereka ditampung pada puluhan tenda yang tersebar di tujuh posko penanggulangan bencana,” kata Kepala Seksi Kedaruratan, BPBD Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, M Nasri, lewat telepon seluler, Rabu (10/2/1016) di Kampar.
Sementara itu, jalan nasional yang menghubungkan Padang-Kerinci tertimbun longsoran tanah di Pantai Cermin, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sejak Selasa (9/2) malam yang menyebabkan arus lalu lintas terhenti.
Camat Pantai Cermin Syaiful Anwar mengatakan, longsoran tanah yang berasal dari sawah masyarakat tersebut menimbun badan jalan sepanjang 70 meter dengan ketebalan 30 meter. “Longsoran ini terjadi akibat hujan yang mulai mengguyur sejak Sabtu (6/2),” katanya.
Musibah ini, katanya, mengakibatkan arus lalu lintas dari arah Padang maupun dari Kerinci terhenti. Sampai Rabu pagi, antrean kendaraan mencapai 5 km.
Manajer PLN Rayon Muaralabuh, Rudi Hamiri menyebutkan musibah tanah longsor di Pantai Cermin menyebabkan satu tiang listrik patah dan tujuh gawang melorot atau sepanjang 350 meter jaringan yang mesti diperbaiki. (Ant/B-2)








