BORNEOEWS, Palangka Raya - Diprediksi jelang Pemilu 2024, hoaks akan kembali masif seperti 2019, sehingga akan berdampak mengaburkan realitas. Pada Pemilu 2019, medio Agustus hingga September ada 3356 hoaks dan terbanyak isu politik.
“Pemilu 2024 diprediksi akan kembali masif. Ini hendaknya menjadi kewaspadaan bersama. Dampak hoaks terkait pemilu dapat merusak kepercayaan publik terhadap proses pemilu. Jika hoaks dibiarkan maka masyarakat tidak akan percaya pemilu,” kata Ketua Tim Virtual Police Bidang Humas Polda Kalteng Ipda Shamsudin.
Hal itu disampaikan Cak Sam panggilan akrab pria ini saat menjadi pemateri dalam diskusi kpanel rapat loordinasi persiapan pemutakhiran data pemilih pemilu 2024 di Aula Hotel Fiz Palangka Raya, Rabu 22 November 2022.
Dia menyebut pemilih pemula akan menjadi perhatian khusus lantaran menurutnya rawan terpapar hoaks karena masih banyak yang sulit membedakan informasi hoaks serta mudah terprovokasi, kemudian gampang membenci orang yang dideskreditkan.
Namun Polri tidak bisa bekerja sendiri sehingga membutuhkan kerjasama dengan masyarakat dan instansi terkait, tak terkecuali jajaran KPU seluruh kabupaten/kota dan provinsi.
Untuk memerangi dan mencegah hoaks pada Pemilu 2024, maka kepolisian akan membentuk Satgas Nusantara. Sedangkan Menkominfo membentuk Satgas Khusus yang anggotanya terdiri dari seluruh stakeholder.
--page
Sementara Komisioner KPU Kalteng Wawan Wiraatmadja sengaja menghadirkan para narasumber agar KPU di seluruh kabupaten dan kota tidak hanya bekerja teknis tetapi hendaknya dapat dibarengi dengan publikasi dan melihat respon masyarakat, terutama dapat mengantisipasi adanya hoaks.
Tak dipungkiri selama ini mereka hanya terlalu fokus kepada hal-hal yang bersifat teknis sedang disisi lain juga sebenarnya harus mengantisipasi banyak hal yang dapat mempengaruhi penilaian masyarakat terhadap KPU. (/B-6)









