KEPOLISIAN Daerah Kalimantan Selatan mulai mengoperasikan klinik terapung untuk membantu meningkatkan pelayanan kesehatan warga yang tinggal di bantaran Sungai Martapura.
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri Komjen Putut Eko Bayuseno saat pembukaan klinik terapung di Banjarmasin, Rabu (10/2/2016), mengatakan bahwa klinik terapung dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat bantaran sungai.
Menurut Putut, secara nasional, pembangunan klinik terapung baru dilakukan Polda Kalsel dan akan dijadikan model atau contoh bagi polda-polda lain di Indonesia.
Pelayanan kesehatan bagi masyarakat di pinggiran Sungai Martapura maupun Sungai Barito selama ini belum bisa dilaksanakan maksimal.
Penyebabnya ialah keterbatasan sarana dan prasarana trasportasi air. Sehingga tidak jarang pelayanan kesehatan kepada masyarakat sering terlambat.
“Ini bisa menjadi percontohan di Indonesia, di mana Polri memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Putut.
Selain poliklinik terapung, Komjen Putut juga meresmikan 11 rumah kantor (rukan) Bhabinkamtibmas di wilayah Polres Tanah Laut, melengkapi 58 rukan yang tersebar di seluruh Kalsel.
“Rukan Bhabinkamtibmas sebagai kantor polisi terdekat bagi masyarakat dan sarana bermusyawarah bagi aparat dan masyarakat,” katanya.
Kapolda Kalsel Brigjen Agung Budi Maryoto mengatakan, klinik terapung berdiri berkat kerja sama Ditpolair, Biddokkes, dan BPJS. Klinik itu dilengkapi ruang IGD, poli gigi, poli umum, apotek, ruang rawat sementara, laboratorium, ambulan darat, ambulan perairan, dan dua dokter. Selain itu juga dilengkapi dengan dermaga tempat sandar transportasi air. (Ant/B-3)








