PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah (Kalteng), Suyuti Syamsul mengatakan alokasi anggaran belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp8 miliar.

Alokasi anggaran tersebut khusus untuk kebencanaan, baik Covid-19 maupun tanggap darurat saat terjadi banjir seperti saat ini.

“Di sini saya hanya menyebut anggaran yang dialokasikan untuk Dinkes saja. Dimana Rp8 miliar ini tidak hanya untuk penanganan Covid-19, tapi juga untuk penanganan kebencanaan lainnya, seperti tanggap darurat banjir,” tuturnya, Kamis, 24 November 2022.

Ia mengatakan Dinkes harus mengerahkan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak bajir di beberapa kabupaten/kota.

“Anggarannya itu dialokasikan dari BTT,” kata Suyuti. Terkait penanganan Covid-19, Suyuti menjelaskan, jika anggaran BTT tersebut dipergunakan untuk pelayanan vaksinasi, pengiriman vaksin, pembelian masker, sosialisasi melalui selebaran dan spanduk, dan lain-lain.

Suyuti mengatakan alokasi anggaran Rp8 miliar itu sangat cukup karena BTT itu dipergunakan sesuai kebutuhan. Selain itu, memang pelayanan vaksinasi tidak semasif dulu.

--page

“Ditambah kita tidak lagi melakukan pembelian APD level 3 seperti di awal Covid-19, karena memang kami sudah tahu pola penyebaran penyakitnya, jadi APD level 1, yakni masker saja sudah cukup,” ucapnya. (HERMAWAN DP/B-11)