KONDISI jembatan di Desa Maruga, Kabupaten Barito Selatan rusak parah.
Praktis, kondisi ini membuat warga bingung harus mengadu ke mana.
Maspri, warga Maruga menyebut rusaknya jembatan ini kurang lebih dua tahun.
“Kita bingung mau minta perbaikan kepada siapa? soalnya jalan dan jembatan itu statusnya tidak jelas apakah masih milik perusahaan atau sudah diserahkan ke pemkab,” kata Maspri, Rabu (10/2/2016).
Sebelumnya jembatan ini pernah runtuh pada 2004, namun saat itu diperbaiki oleh PT Tri Satya.
Sekarang dia bingung karena PT Tri Satya sudah tutup. Jadi dia meminta solusi kepada pemkab.
“Jembatan ini satu-satunya akses masyarakat dari Panarukan, Gunung Rantau dan Hulu Tampang ke desa lain dan ke kabupaten.”
Selain itu jembatan ini merupakan jalan untuk anak sekolah ke Desa Bundar serta untuk membawa hasil pertanian, ke pasar, dan lain sebagainya.
Akibatnya para pedagang enggan berjualan ke Desa Maruga karena jalan dan jembatan memprihtinkan. Walau ada pedagang, harga barang pun sangat mahal.
Kondisi ini tentu sangat mencekik leher. Apalagi harga karet sampai saat ini tak kunjung membaik.
“Untuk itu kita minta kepada pemerintah dan DPRD untuk bersama membantu kita agar jembatan ini segera diperbaiki. Jika dibiarkan berlarut maka jembatan ini tidak bisa dilewati lagi,” harapnya.
Anggota DPRD Barsel, James Janjam mengaku prihatin dengan kondisi jembatan ini.
“Kita akan koordinasi dengan dinas teknis untuk bersama turun ke lapangan guna mengecek secara langsung kondisi jembatan.” (B-6)


