BORNEONEWS, Palangka Raya - Sub-varian Omicron XBB ditengarai bisa menjadi salah satu penyebab peningkatan kasus Covid-19 di Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalteng, Suyuti Syamsul menyampaikan tidak terdeteksinya varian baru tidak bisa sertamerta disimpulkan tidak ada varian baru.
"Bisa jadi sudah ada, tetapi karena kita hanya mengambil sampel acak untuk diperiksa, barangkali belum ketemu saja. Tapi, kalau melihat pola penyebarannya, kemungkinan besar itu sudah varian baru,” katanya.
Selain itu tingginya angka penularan juga dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang sudah terlanjur nyaman dengan situasi saat ini.
Hal itu berdampak pada penerapan protokol kesehatan yang tidak maksimal atau tidak ketat lagi seperti sebelumnya.
Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Jumat, 25 November 2022, kasus konfirmasi Covid-19 bertambah 26 kasus.
--page
Penambahan tersebut diantaranya Kapuas 11 kasus, Palangka Raya lima kasus, Kotawaringin Timur empat kasus, Barito Utara dua kasus, Pulang Pisau dua kasus, Murung Raya satu kasus, dan Gunung Mas satu kasus. (HERMAWAN DP/B-11)









