BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pelajar merupakan sasaran empuk pelaku peredaran narkoba. Meminimalisir hal tersebut, Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Lamandau Riko Porwanto mengharapkan para guru dan tenaga pendidik bisa terus bersama-sama mencegah bahaya dan peredaran narkoba di kalangan pelajar.
“Kami mengharapkan dukungan dari para guru untuk bersama-sama membentengi para pelajar dan generasi muda dari bahaya Narkoba,” kata Riko Porwanto saat menghadiri acara peresmian Sekolah Islam Terpadu Al Huda, Nanga Bulik. Sabtu, 26 November 2022.
Pria yang juga menjabat sebagai wakil Bupati Lamandau itu menyebut, dengan kerja sama dan kepedulian dari seluruh lapisan masyarakat di Bumi Bahaum Bakuba, diharapkan daerah ini akan bersih dan bebas dari narkoba.
Pihaknya pun akan terus mensosialisasikan bahaya narkoba di kalangan pelajar, yang mana telah juga dilaksanakan di sejumlah sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Lamandau. Tidak hanya di perkotaan, pihaknya juga melakukan hal serupa ke desa-desa.
“Saat ini peredaran narkoba sudah merambah ke pelosok desa. Terbukti dengan sejumlah pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba oleh pihak kepolisian,” ujarnya.
--page
Menurut dia peredaran narkoba harus dicegah, terutama di kalangan pelajar dan generasi muda yang tengah mencari jati diri, karena dampak buruk narkoba dapat merusak kehidupan dan masa depan mereka.
“Pelajar dan poemuda adalah aset bangsa yang harus dilindungi. Karena perjalanan bangsa ini ke depan sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda saat ini,” sebutnya
Kalau generasi muda sekarang rusak karena narkoba, imbuh Riko, maka dipastikan bangsa ini juga akan rusak. Oleh karena itu, para guru harus serius dan mampu sebagai benteng utama melindungi para peserta didik.
“Narkoba ini dilarang oleh pemerintah, karena banyak dampak buruk yang ditimbulkannya, untuk itulah kami tegaskan kepada para pelajar agar jangan sekali-kali memakai narkoba,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/B-5)









