BORNEONEWS, Nanga Bulik - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau, telah menetapkan lima strategi dalam rangka percepatan penurunan angka stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis.
“Lima strategi itu, pertama meningkatkan komitmen dan visi kepemimpinan,” kata Wakil Bupati Lamandau Riko Porwanto di Nanga Bulik, Sabtu 26 November 2022.
Dia melanjutkan, yang kedua ialah meningkatkan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat, serta ketiga meningkatkan konvergensi, intervensi, spesifik, dan intervensi sensitif.
Keempat peningkatan ketahanan pangan, dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat, serta kelima yakni penguatan, dan pengembangan sistem, data, informasi, riset dan inovasi.
“Dengan kelima strategi itu diharapkan terjadi penurunan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada 2024 mendatang dari prevalensi stunting pada 2022 sebesar 24,18 persen,” ucapnya.
--page
Sementara itu, Sekretaris Daerah Lamandau, Muhamad Irwansyah mengatakan, percepatan penurunan angka stunting memerlukan komitmen dan konsistensi secara terus menerus dan berkesinambungan.
“Percepatan penurunan stunting tidak bisa dilakukan hanya oleh satu sektor saja sebab terdapat dua faktor besarnya, yakni faktor spesifik dan faktor sensitif,” ucapnya.
Oleh karena itu sambungnya, dibutuhkan manajemen perencanaan dan pengaturan yang sistematis dalam seluruh tahapan pelaksanaan kegiatan. Ini supaya bisa menjadi pembelajaran bagi pelaksanaan kegiatan di setiap tingkatan.
Dia menyebut keselarasan antara Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) dengan lima strategi tersebut dapat mempercepat penurunan kasus stunting di daerah tersebut.
“Diharapkan organisasi perangkat daerah yang tergabung di dalam struktur Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) bekerja optimal, sehingga apa yang ditargetkan tercapai,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/B-5)









