Enam orangutan yang diselundupkan ke Kuwait dan Thailand dikembalikan ke Kalimantan Tengah.
Penjabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo menerima pengembalian orangutan itu secara simbolis pada Kamis (11/2/2016).
Keenam orangutan ini sudah lama dibawa pulang ke Indonesia, namun ada proses karantina 40 hari di Bogor, tes kesehatan termasuk tes DNA untuk membuktikan bahwa orangutan yang diselamatkan ini benar-benar endemik Kalimantan.
"Saya apresiasi tindakan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Yayasan BOS Kalteng yang berhasil memulangkan keenam orangutan ini. Ini karena memang kita harus lebih memantapkan dalam hal menjaga aset negara," ungkap Hadi Prabowo.
Keenam orangutan ini, menurut Hadi, akan menjalani sekolah di pusat rehabilitasi orangutan Nyaru Menteng, Arboretum Palangka Raya. Hadi mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan apa yang kita miliki.
"Kita wujudkan Kalteng yang ramah lingkungan dan pusat paru-paru dunia dengan segala keanekaragaman flora dan fauna ini," ajak Hadi Prabowo.
Sementara itu Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng Nandang Prihadi menyebutkan bahwa memang setelah sekian lama dikarantina, baru kali ini keenam orangutan ini dikembalikan ke habitatnya di Kalimantan.
"Nanti enam tahunan akan dilatih di Nyaru Menteng dulu untuk menjadi orangutan liar. Setelah siap baru akan kita lepasliarkan ke hutan," ujarnya.
Pendapat serupa datang dari CEO Yayasan Borneo Oangutan Survival (BOS) Jamartin Sihite. Menurutnya orangutan adalah aset Indonesia.
"Mau itu orangutan Kalimantan atau orangutan Sumatera, semuanya aset Indonesia yang harus kita jaga," tutupnya. (TP/m)








