BORNEONEWS, Nanga Bulik – Guna meningkatkan dan menjaga tingkat keimanan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamandau terus melakukan pembinaan bagi para mualaf yang ada di daerah setempat.
Kegiatan yang dihadiri sejumlah mualaf di Kecamatan Sematu Jaya tersebut, sekaligus memberi pengertian tentang Islam. Kegiatan itu juga dimaksudkan untuk ajang silaturahim antarsesama mualaf.
Sekretaris MUI Kabupaten Lamandau Abdul Basir mengaku, pihaknya mengajak orang masuk islam menggunakan pendekatan humanis. Hal itu dilakukan agar tak menyinggung hati mualaf.
“Islam itu rahmatin lil alamin. Menciptakan islam yang ramah bukan yang marah. Pedekatan lebih pada kemanusian, keramahan, dan ketaladanan,” kata Abdul Basir, Senin 28 November 2022.
Ketika sudah Islam, keyakinan harus ditanamkan dalam diri sekaligus dipegang erat. Setiap perintah dan larangan Allah SWT harus dijalani dengan istikomah. Lantaran jika itu ditinggalkan akan berdampak pada diri sendiri.
--page
“Jangan sampai malah kehidupan mempengaruhi kualitas ibadah. Memang masuk Islam gampang, tetapi jangan mudah meninggalkan keislaman,” pintanya.
Dalam Islam, kata dia, para mualaf tak dibatasi untuk berteman kepada siapa pun. Baik menjalin petemenan lintas agama. Karena nilai ajaran islam mengajarkan hidup berdampingan sekaligus menyebarkan rahmat untuk jagat raya.
Terpisah, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Lamandau, Taufik Hidayat mengapresiasi penyelenggaraan pembinaan itu. Pihaknya berharap, kegiatan positif tersebut bisa dilanjutkan ke depannya.
“Kegiatan tersebut bisa meningkatkan dan menjaga keislaman dan keimanan mualaf. Ouputnya tak hanya ilmu keislaman saja yang didapat, tetapi bisa peningkatan kapasitas mualaf,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/B-5)









