PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) akan terus berusaha memaksimalkan penanganan bencana, terkhusus banjir yang saat ini masih melanda sejumlah kabupaten kota.

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran meminta kepala daerah, organisasi kemasyarakatan, dan stekolder terkait lainnya, untuk mengkaji penyebab dan juga faktor terjadinya banjir berulang di daerah kabupaten kota, hingga tuntas.

"Kita tau kalau banjir di Kalimantan Tengah ini bisa terjadi lebih dari sekali. Dalam satu tahun bisa terjadi satu, dua, bahkan tiga kali. Ini perlu kita lakukan kajian dan evaluasi penyebabnya, untuk menentukan kebijakan apa saja yang akan dilakukan," katanya, Selasa, 29 November 2022.

Menurutnya, pengkajian faktor terjadinya banjir berulang di Kalimantan Tengah harus dilakukan bersama-sama, dengan mengumpulkan informasi dan data yang akurat tentang faktor apa yang menjadi penyebab banjir.

"Kita harus mengetahui dulu banjir ini kenapa. Apa penyebabnya. Apakah itu karena intensitas hujan tinggi di daerah hulu atau ada faktor lainnya. Inilah gerak cepat kita agar dampak banjir ini dapat diminimalisir," jelasnya.

--page

Selain itu, ia juga menyarankan, agar pemerintah pusat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan usaha Hutan Tanaman Industri (HTI). Evaluasi itu dilakukan untuk melihat apakah para investor sudah menaati ketentuan usaha yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kita memang butuh investasi, tapi menyayangi alam juga adalah hal yang sangat penting. Jangan sampai nanti investasi merusak lingkungan. Investasi dan kelestarian lingkungan harus tetap berjalan. Karena itu sudah menjadi satu kesatuan," tutupnya. (NOPRI/B-5)