UNTUK pertama kali di Bumi Handep Hapakat akan menggelar Festival Kampung Buntoi.


Festival yang digagas para aktivis seni dan bu­da­ya Kabupaten Pulang Pisau ini akan digelar 15-17 Juli 2016.


Restono, seorang aktivis seni dan budaya Kalteng di Pulang Pisau mengatakan festival ini digelar untuk menyema­ngati masyarakat agar semakin sadar pada pendidikan generasi muda, lingkungan hidup, dan bersama menciptakan suasana madani.


“Jaringan Kampung Nusantara (Japung) juga akan terlibat. Mereka dilibatkan dalam penyusunan acara,” kata Restono yang juga Kepala Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Badan Lingkung­an Hidup (BLH) Pulang Pisau (Pulpis) atau Pusat Sarana Komunikasi Iklim (PSKI) Rumah Bamboe,

Desa Buntoi, Kelurahan Kalawa, Kecamatan Kaha­yan Hilir, Kamis (11/2).


Festival ini akan diselenggarakan secara swadaya dan partisipasi pihak lain yang tidak mengikat.


“Kegiatan yang akan kita laksanakan ini sifatnya menghibur, mengedukasi, mengajak partisipasi warga dalam kegiatan kesenian, dan menjalin silaturahmi antar warga di Kampung Buntoi,” katanya.


Berbagai kegiatan juga akan dirangkai dalam Fastival Kampung Buntoi ini.


Diantaranya diskusi budaya, panggung seni, pasar kuliner tradisional, penampilan seni musik tradisional, kontemporer, modern, penampilan seni tari dan lainnya.


Bahkan beberapa artis lokal dan provinsi lain juga diundang, sedangkan pesertanya juga ada dari Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Jerman, dan Belgia.
Restono mengaku optimistis Festival Kampung Buntoi ini bisa menjadi sebuah refleksi untuk desa lainnya di Kalteng, khusus­nya Kalimantan secara umum.


“Baik secara sadar atau tidak disadari, sebuah seni dan budaya adalah per­ta­han­an terakhir yang menjadi identitas sebuah budaya adat bangsa.”
Nantinya juga akan digelar pawai, susur Sungai Pulau Mintin dan Buntoi.


Dengan adanya berbagai kegiatan itu diharapkan bisa berimplikasi bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan pemba­ngun­an segala bidang yang sejalan dengan visi misi Pemkab Pulpis.
(DY/B-6)