BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) gencar melakukan gerakan bapak asuh anak stunting.
Dengan gerakan itu, diharapkan angka stunting di Kalteng bisa menurun, mengingat salah satu faktor penyebabnya adalah pemenuhan gizi anak dan balita.
Plt Kepala Perwakilan BKKBN Kalteng, Dadi Ahmad Roswandi mengatakan pihaknya terus berupaya menggencarkan gerakan bapak asuh ini ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk jajaran Forkopimda tingkat Kabupaten dan Kota.
"Melalui gerakan Bapak Asuh Anak Stunting ini, bantuan akan diberikan melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang kemudian akan disalurkan kepada anak stunting," katanya kepada Borneonews, Rabu, 30 November 2022.
Melalui gerakan ini BKKBN mendorong Stakeholder dan tokoh masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam percepatan penurunan stunting di Bumi Tambun Bungai.
Provinsi ini masih belum bebas dari kasus stunting. Bahkan Kabupaten Gunung Mas menjadi peringkat pertama tertinggi kasus stunting dengan berdasarkan hasil Studi Kasus Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, persentasenya mencapai 35,9 persen. (HENDRI/B-6)
BKKBN Kalteng Gencarkan Program Bapak Asuh Anak Stunting
Bagikan:

PALANGKA RAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Prabowo Sebut Ekonomi RI Peringkat 7 Dunia
Tertusuk Besi saat Kejar Api di Lokasi Kebakaran di Martapura
Prabowo Serahkan Rp53,15 T Kredit Produktif untuk 2 Juta Lebih Debitur
Warung di Jalan Pramuka Sampit Ludes Terbakar Akibat Karhutla
Kapuas Mengaji Dicanangkan di Pulau Petak
Menekraf Dorong Ekraf jadi Penggerak Pertumbuhan Negara Berkembang
Komentar (0)
Memuat komentar…







