PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya terus berupaya untuk melestarikan berbagai kerajinan di daerah. Salah satunya anyaman purun yang menjadi sektor usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Upaya pelestariannya ditunjukan Dinas Perdagangan, Koperasi UKM dan Perindustrian (DPKUKMP) dengan mengadakan pelatihan untuk pelaku IKM menggunakan bahan baku purun.

Asisten I Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya Zulhikmah Ravieq mengatakan, pasca kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu membuat Kalimantan Tengah menjadi salah satu Provinsi yang inflasinya cukup tinggi.

Hal ini membuat Pemerintah Kota Palangka Raya mendorong pelaku IKM untuk dapat terus maju mengembangkan usahanya. Terutama mengenalkan dan menjual produk-produk lokal yang mempunyai daya saing serta dapat mencerdaskan pelaku IKM.

“Melalui pelatihan ini Pemerintah Kota Palangka Raya mendorong pelaku IKM untuk terus mengembangkan usahanya hingga memiliki daya saing serta mencerdaskan pelaku IKM,” katanya, Rabu, 30 November 2022.

Dikatakan Zulhikmah, pelatihan ini juga bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi warga. Ini merupakan salah satu cara penanganan dampak inflasi serta untuk mengenalkan budaya kearifan lokal yaitu membuat kerajinan purun.

--page

“Semoga melalui pelatihan berbahan dasar purun ini peserta pelatihan menjadi terampil dan memiliki ilmu pengetahuan yang memadai untuk menjadi wirausaha baru dan mendorong pertumbuhan industri kecil,” tutupnya. (HENDRI/B-6)