BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau (Pemkab Pulpis) menggelar rapat koordinasi (Rakor) Kelembagaan Adat Kedemangan di wilayah Kabupaten Bumi Handep Hapakat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Banama Tingang, Kantor Bupati Pulang Pisau, Dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Pulpis Tony Harisinta wakili Bupati Pulpis Pudjirustaty Narang.
"Kelembagaan Adat Kedamangan di Kabupaten Pulang Pisau ini terlahir merupakan suatu bentuk pengakuan Pemerintah terhadap adanya kebiasan-kebiasaan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat serta adanya hukum adat dayak yang berkedudukan, berfungsi serta berperan dalam dinamisasi perkembangan penduduk dan daerah otonom dalam bingkai negara kesatuan republik indonesia," ucap Tony saat membacakan sambutan Bupati Pulpis.
Sekda Pulpis juga menyampaikan sesuai dengan amanat dari Peraturan Daerah kabupaten Pulang Pisau Nomor 14 Tahun 2012 tentang kelembagaan adat dayak di kabupaten pulang pisau, bahwa pemerintah daerah mengakui dan menghormati keberadaan hak-hak masyarakat adat dayak sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Adanya kelembagaan adat dayak di kabupaten pulang pisau ini diharapkan mampu bersinergi seta mendukung pelaksanaan pemerintahan serta ' pembangunan di daerah demi kesejahteraan masyarakat kabupaten pulang pisau," kata Tony.
--page
Sekda Pulpis juga menyampaikan saat ini wilayah kabupaten pulang pisau telah memasuki musim hujan, tingginya intensitas hujan tentunya mengakibatkan sungai sungai meluap dan terjadi banjir di beberapa daerah di kabupaten pulang pisau, seperti yang terjadi di kecamatan jabiren raya.
"Kami mengharapkan peran kelembagaan adat kedamangan bisa berperan membantu dalam mengurangi dampak bencana banjir yang ada," tambahnya.
Ia juga menyampaikan saat ini juga satgas siaga darurat banjir terus berupa semaksimal mungkin untuk mengatasi dampak banjir dengan memantau setiap saat kondisi banjir, memberikan bantuan terhadap warga yang terdampak banjir berupa penyaluran logistik, pelayanan kesehatan ke lokasi banjir.
Upaya mobilisasi warga yang terdampak pun dilakukan pada lokasi pemukiman yang terdampak parah.
"Pemerintah kabupaten pulang pisau terus berupaya untuk mengurangi dan mencegah bencana banjir agar tidak terus terjadi kedepannya, baik ' dengan melakukan normalisasi sungai, peningkatan perbaikan jalan, penanaman pohon atau reboisasi hutan di kabupaten pulang pisau," tutupnya. (ang)









