WARGA Desa Talekoi, Bundar, Hingan, Maruga, dan Gunung Rantau di Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan menuntut perusahaan HPH PT Sindo Lumber untuk memperbaiki jalan yang rusak.
“Jalan ini rusak akibat dilewati loging atau mobil besar khusus pengangkut kayu. Akibatnya kegiatan warga sehari-hari yang sangat bergantung dengan jalan ini menjadi terganggu,” kata Anno Halaku, warga Bundar, Kamis (11/2/2016).
Jalan perusahaan ini satu-satunya penghubung dari beberapa desa menuju ibukota kabupaten. Jalan perusahaan ini berupa tanah merah, sehingga bila musim hujan menjadi becek dan berlumpur, bahkan ada beberapa titik di Km 15 dan Km16 seperti kubangan sapi dengan kedalaman selutut orang dewasa.
Tapi jika musim kemarau jalan ini berdebu sehingga mengganggu pernapasan, apalagi banyak rumah warga yang disekitar jalan perusahaan ini.
“Untuk itu kami minta perusahaan segera memperbaiki, karena kondisi jalan ini sangat menyulitkan kami, namun bila perusahaan tidak mengindahkan, maka kami akan menahan aktivitas houling sampai jalan diperbaiki,” tandasnya.
Menurut Anno, perusahaan hanya memperbaiki jalan bila hendak beroperasi, tapi bila houling telah selesai, jalan ini dibiarkan rusak.
“Untuk itu kami minta perusahaan jangan hanya saat hendak houling baru diperbaiki. Walau jalan ini milik perusahaan, namun kami juga melewati jalan ini untuk mengangkut hasil kebun, berurusan ke ibukota kabupaten dan bahkan dilewati para pedagang untuk berjualan ke desa kami,” terangnya.
Hengki, warga Desa Hingan menyebut kondisi jalan seperti ini sudah berlangsung kurang lebih 15 tahun dan sudah beberapa kali diusulkan, namun perusahaan tidak mengindahkan.
“Untuk itu kami minta pemerintah daerah dan DPRD menyikapi agar kami bisa melewati jalan ini dengan nyaman,” ucapnya.
Sementara itu pihak manajeman perusahaan saat dihubungi melalui telepon selular tidak mau berkomentar sama sekali. (B-6)


