PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Tengah (Kalteng), Suyuti Syamsul menyampaikan pemerintah menggunakan vaksin Indovac sebagai vaksin booster kedua.

Penggunaan vaksin Indovac merupakan langkah pemerintah untuk memberikan peluang bagi vaksin karya anak bangsa untuk bisa memberikan manfaat lebih.

“Jadi pemerintah memberi peluang bagi vaksin buatan dalam negeri. Kalau kita beli terus vaksin dari luar negeri, nanti vaksin buatan sendiri malah tidak terpakai, ini sangat disayangkan,” tuturnya

Ia menyampaikan penggunaan vaksin buatan dalam negeri bukan berarti vaksin langka. Stok vaksin kita banyak, hanya saja pemerintah ingin lebih mendayagunakan vaksin buatan sendiri.

Tentunya, vaksin dalam negeri aman karena sudah melalui uji klinis dan uji efikasi, dan tidak mungkin diloloskan oleh BPOM kalau pengujiannya tidak bagus atau tidak memenuhi standar.

--page

Sejauh ini berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal P2P Kemenkes RI, vaksin Indovac dengan dosis penuh (0,5 mililiter), baru dapat diberikan kepada masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin Sinovac, baik vaksin primer maupun vaksin booster pertama. (HERMAWAN DP/B-5)